Inspirasi Khutbah Jumat di Bulan Rajab

Inspirasi Khutbah Jumat di Bulan Rajab

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Inspirasi Khutbah Jumat di Bulan Rajab, berikut adalah data yang berhasil kami himpun dari lapangan.
Inspirasi Khutbah Jumat di Bulan Rajab

Bulan Rajab dan Pentingnya Khutbah Jumat

Bulan Rajab tahun ini jatuh pada tanggal 21 Desember 2025. Bulan ini memiliki makna penting bagi umat Islam karena terdapat peristiwa besar yaitu Isra Mi’raj. Oleh karena itu, banyak amalan harian yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Rajab, karena memiliki ganjaran pahala yang besar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bagi kamu yang sering ditunjuk untuk membacakan khutbah Jumat, perlu juga menyesuaikan tema khutbah dengan peristiwa besar di bulan Rajab ini. Tema Isra Mi’raj sangat cocok disampaikan dalam khutbah Jum’at. Selain itu, Isra Mi’raj adalah sebuah peristiwa yang harus diyakini kebenarannya, karena saat itu Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Untuk itu, tema mengenai makna sebenarnya dari sholat menjadi sangat penting untuk dijadikan khutbah jelang Isra Mi'raj ini. Seperti diketahui, Isra Miraj diperingati setiap malam 27 Rajab. Untuk mengetahui bagaimana contoh teks khutbah Jum'at jelang Isra Miraj, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Contoh Khutbah Jumat Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَاا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَححْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَححْبِهِ أَجْمَعِيْن
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة.
أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.
قَالَ الله تَعَالَى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم:
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُووْنَ.
وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْم:
حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ.

Jamaah Shalat Jumat yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT;
Mengawali khutbah Jumat fi hadzal yaum, marilah kita berucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat dan terutama nikmat kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang kita cintai ini dalam rangka menunaikan shalat Jumat berjamaah.
Sholawat beriring salam mari kita hadiahkan kepada Nabiyullah SAW. Akhirul Anbiya, Muhammad al-Mustofa dengan Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Semoga dengan rajinnya lidah ini bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Contoh Khutbah Jumat Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَاا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَححْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَححْبِهِ أَجْمَعِيْن
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة.
أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ.
قَالَ الله تَعَالَى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم:
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُووْنَ.
وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْم:
حَٰفِظُواْ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلۡوُسۡطَىٰ وَقُومُواْ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ.

Jamaah Shalat Jumat yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT;
Mengawali khutbah Jumat fi hadzal yaum, marilah kita berucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat dan terutama nikmat kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang kita cintai ini dalam rangka menunaikan shalat Jumat berjamaah.
Sholawat beriring salam mari kita hadiahkan kepada Nabiyullah SAW. Akhirul Anbiya, Muhammad al-Mustofa dengan Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Semoga dengan rajinnya lidah ini bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ [العنكبوت45]
Bacaan Latin: Utlu maa-uhiya ilaika minal kitaabii wa-aqimisholaaah, innas-sholaata tanhaa ‘anilfahsyaa-iwal munkar, waladzikrullahi akbar, wallaahu ya’lamu maa tashna’uun.
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Jamaah Jum'at yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT;
Bersandar pada ayat di atas, tampak terang bahwa ibadah shalat memiliki kaitan dengan "tanha 'anil fakhsya wal munkar alias pencegah segala bentuk perbuatan keji dan kemungkaran. Dengan kata lain, shalat yang sempurna dapat membentuk pribadi yang bersih serta melahirkan kekuatan untuk senantiasa ber-fastabiqul khairat alias berlomba-lomba dalam berbuat kebajikan.

Namun, melihat keadaan di hari ini, agaknya implementasi shalat yang utuh dan sempurna belumlah terlaksana. Berkembang suburnya budaya korupsi, penimbunan masker ketika corona melonjak, penimbunan minyak goreng gara-gara harganya meroket, kolusi, kekerasan, kezaliman, dan lain sebagainya merupakan sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan jika mengingat penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam.

Dari fenomena nyata tersebut, kita bisa merengkuh simpul bahwa shalat masih dipandang sebagai ritual ibadah formalitas belaka; tidak ada kaitannya dengan masyarakat dan lingkungan hidup manusia. Jikalau shalat ini dianalogikan dengan sesuatu, maka ia seperti kelapa yang mempunyai banyak unsur atau lapisan. Kelapa terdiri atas kulit, tempurung, hingga isi. Tapi, itu masihlah sekadar teori. Demi mendapatkan hasil dari kelapa kita masih memerlukan kerja keras yaitu harus diparut kemudian diperas, kemudian dimasak lagi untuk mendapat minyaknya.

Tidak berbeda dengan shalat, artinya bahwa shalat bukanlah sekadar teori dan gerakan, bacaan, syarat-syarat ruku, sujud serta lain-lain melainkan ada yang terkandung dalam shalat itu sendiri. Ya, hakikat shalat yang ingin diaplikasikan dalam keseharian yaitu hablum minallah dan hablum minannas. Tapi lagi-lagi hal tersebut memang sangat sulit dan melalui proses yang panjang sebagaimana kelapa tadi.

Kalau hubungan kita kepada Allah senantiasa baik, dan hubungan kepada manusia baik, maka secara pasti tidak akan terjadi kemungkaran seperti tidak menipu orang lain, tidak mengambil hak orang lain, berusaha menghindari konflik, spekulasi dan lain-lain. Shalat sebenarnya tidak berat salat itu sangat mudah, karena ia bukan sesuatu bisa ditimbang yang memerlukan alat timbang, bukan juga suatu beban yang memerlukan energi untuk mengangkatnya, bukan juga sesuatu pekerjaan yang menyita waktu yang berjam-jam.

Shalat bukan juga sesuatu pekerjaan yang dikerjakan dengan pakaian yang kotor bahkan diwajibkan bersih dan semua orang suka bersih dan rapi. Shalat bukan juga pekerjaan yang dikerjakan di bawah terik matahari, hujan, bukan juga pekerjaan yang dikerjakan ditempat yang gelap. Shalat bukan juga sesuatu pekerjaan yang jauh dari tempat tinggal yang memerlukan transportasi, bukan juga suatu pekerjaan yang harus mengeluarkan uang untuk mengerjakannya, bukan juga pekerjaan yang melibatkan orang lain dan sebagainya.

Walau begitu, agaknya masih banyak dari kita yang masih lalai dalam menjalankan shalat yang wajib, menunda-nunda mengerjakan shalat, bahkan ada pula yang semangat untuk shalat hanya demi pamer. Padahal Allah telah mengkategorikan orang yang lalai dalam shalat sebagai pendusta agama sebagaimana yang ditegaskan dalam Surah Al-Maun ayat 4-5:
فَوَيۡلٞ لِّلۡمُصَلِّينَ .ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِهِمۡ سَاهُونَ [المـاعون:4-5]
Bacaan Latin: Fawailul-lilmusholliin, alladziinahum ‘an sholaatihim saahuun.
Artinya: Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.

Hadirin Shalat Jumat yang berbahagia;
Pada momentum bulan Rajab tahun 1446 Hijriah ini, marilah kita tata kembali konsistensi ibadah, terutama ibadah shalat.
Demikian contoh khutbah Jum'at dengan tema Isra Miraj yang dapat digunakan pada bulan Rajab ini.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Inspirasi Khutbah Jumat di Bulan Rajab. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar