
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dua Warga Palestina Tewas dalam Serangan Tentara Israel di Tepi Barat
Dalam kejadian yang mengejutkan, dua warga Palestina tewas ditembak oleh pasukan Israel di wilayah Tepi Barat. Kedua serangan terjadi di dua daerah yang berbeda, dengan rekaman kamera keamanan yang menunjukkan bahwa tentara Israel menembak remaja laki-laki dari jarak dekat.
Menurut laporan dari kementerian kesehatan Palestina, pada malam Sabtu (20/12), Rayyan Abdel Qader (16 tahun) tewas setelah pasukan Israel menyerbu kota Qabatiya. Saksi mata menyebutkan bahwa pasukan tersebut melepaskan tembakan langsung ke arah Abdel Qader. Selain itu, militer juga menghalangi tim medis untuk memberikan pertolongan, sehingga korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal.
Sementara itu, korban kedua adalah Ahmad Zayoud (22 tahun), yang tewas di Silat al-Harithiya, sebelah barat Jenin. Menurut kementerian kesehatan Palestina, Zayoud ditembak di bagian dada. Selain itu, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun juga dilaporkan mengalami luka di tangannya akibat insiden penyerangan tersebut.
Pembunuhan Zayoud terjadi sekitar seminggu setelah pasukan Israel membunuh seorang remaja berusia 16 tahun di kota yang sama. Hal ini menunjukkan adanya tren kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Rekaman Video yang Menggambarkan Kekerasan
Nida Ibrahim dari Al Jazeera melaporkan dari Bethlehem di Tepi Barat yang diduduki. Ia menyebutkan bahwa sebuah rekaman menunjukkan bahwa Abdel Qader sedang berjalan menuju tempat yang menurut penduduk setempat adalah rumahnya ketika pasukan Israel menembaknya dari jarak dekat.
“Kita jarang memiliki rekaman video pengawas untuk menunjukkan betapa banyak pembunuhan ini yang dilakukan di bawah apa yang disebut Palestina sebagai pembunuhan di luar hukum, yaitu pasukan Israel membunuh warga Palestina dari jarak dekat atau dengan alasan bahwa mereka [warga Palestina] telah melakukan sesuatu yang dianggap sebagai perlawanan terhadap pasukan Israel,” katanya.
“Tidak hanya itu, mereka menolak untuk membiarkan siapa pun mendekati jenazah selama 40 menit, sebuah praktik yang sering kita lihat di Tepi Barat yang diduduki, di mana pasukan Israel menunggu sampai orang tersebut meninggal,” lanjut Ibrahim.
Keluarga Korban Mengungkapkan Rasa Sakit dan Kekecewaan
Al Jazeera berbicara dengan keluarga Abdel Qader. Mereka mengatakan tidak tahu apa yang telah terjadi. “Ini benar-benar bagian dari penderitaan yang harus ditanggung keluarga, melihat video-video seperti itu, yang menunjukkan betapa sedikitnya penghormatan tentara Israel terhadap nyawa warga Palestina,” kata Ibrahim.
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap situasi keamanan di Tepi Barat. Banyak masyarakat setempat merasa bahwa tindakan pasukan Israel terhadap warga Palestina terlalu keras dan tidak proporsional. Pihak berwenang masih terus memantau situasi dan mencari solusi untuk mencegah konflik lebih lanjut.
Komentar
Kirim Komentar