Israel tembak dua warga Palestina, termasuk remaja 16 tahun di Tepi Barat

Israel tembak dua warga Palestina, termasuk remaja 16 tahun di Tepi Barat

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Israel tembak dua warga Palestina, termasuk remaja 16 tahun di Tepi Barat. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dua Warga Palestina Tewas dalam Serangan Tentara Israel di Tepi Barat

Dua warga Palestina tewas ditembak oleh pasukan Israel di wilayah Tepi Barat. Serangan terjadi di dua lokasi berbeda, dengan rekaman kamera keamanan yang menunjukkan bahwa tentara Israel menembak seorang remaja laki-laki dari jarak dekat.

Menurut laporan dari kementerian kesehatan Palestina, pada malam Sabtu (20/12), Rayyan Abdel Qader (16 tahun) ditembak mati setelah pasukan Israel menyerbu kota Qabatiya. Saksi mata menyebutkan bahwa pasukan Israel melepaskan tembakan langsung ke arah Abdel Qader, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Wafa pada hari Minggu (21/12). Militer Israel juga menghalangi tim medis untuk memberikan pertolongan, sehingga korban kehabisan darah dan akhirnya meninggal.

Sementara itu, korban kedua adalah Ahmad Zayoud (22 tahun), yang tewas di Silat al-Harithiya, sebelah barat Jenin. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa Zayoud ditembak di bagian dada. Selain itu, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun juga dilaporkan mengalami luka di tangannya dalam insiden tersebut.

Pembunuhan Zayoud terjadi sekitar seminggu setelah pasukan Israel membunuh seorang remaja berusia 16 tahun di kota yang sama.

Nida Ibrahim dari Al Jazeera melaporkan dari Bethlehem di Tepi Barat yang diduduki. Ia menyebutkan bahwa sebuah rekaman menunjukkan Abdel Qader berjalan menuju tempat yang menurut penduduk setempat adalah rumahnya ketika pasukan Israel menembaknya dari jarak dekat.

“Kita jarang memiliki rekaman video pengawas untuk menunjukkan berapa banyak pembunuhan ini yang dilakukan di bawah apa yang disebut Palestina sebagai pembunuhan di luar hukum, yaitu pasukan Israel membunuh warga Palestina dari jarak dekat atau dengan alasan bahwa mereka [warga Palestina] telah melakukan sesuatu yang dianggap sebagai perlawanan terhadap pasukan Israel,” kata Ibrahim.

“Tidak hanya itu, mereka menolak untuk membiarkan siapa pun mendekati jenazah selama 40 menit, sebuah praktik yang sering kita lihat di Tepi Barat yang diduduki, di mana pasukan Israel menunggu sampai orang tersebut meninggal,” lanjutnya.

Al Jazeera berbicara dengan keluarga Abdel Qader. Mereka mengatakan tidak tahu apa yang telah terjadi. “Ini benar-benar bagian dari penderitaan yang harus ditanggung keluarga, melihat video-video seperti itu, yang menunjukkan betapa sedikitnya penghormatan tentara Israel terhadap nyawa warga Palestina,” ujar Ibrahim.

Rekaman Video Menunjukkan Kekejaman Pasukan Israel

Rekaman video yang dipublikasikan menunjukkan kejadian yang sangat mengerikan. Dalam rekaman tersebut, Abdel Qader tampak berjalan menuju rumahnya, namun tiba-tiba ditembak dari jarak dekat oleh pasukan Israel. Kejadian ini menimbulkan kecaman luas dari masyarakat Palestina dan organisasi hak asasi manusia.

Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa pasukan Israel tidak memberikan kesempatan bagi tim medis untuk menyelamatkan korban. Bahkan, mereka membiarkan korban kehabisan darah hingga meninggal. Hal ini menjadi bukti bahwa tindakan pasukan Israel tidak hanya bersifat kekerasan, tetapi juga tidak memperhatikan prosedur kemanusiaan.

Konteks Pembunuhan di Tepi Barat

Insiden ini terjadi dalam konteks yang lebih luas dari konflik antara Israel dan Palestina. Sebelumnya, beberapa kasus pembunuhan serupa juga dilaporkan di wilayah Tepi Barat. Setiap kali terjadi penembakan, pihak berwenang sering kali menolak untuk memberikan informasi lengkap kepada keluarga korban.

Selain itu, ada kecenderungan bahwa pasukan Israel sering kali menunda tindakan penyelamatan, bahkan sampai korban meninggal. Praktik ini menjadi isu penting dalam diskusi tentang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.

Perspektif Keluarga Korban

Famili Abdel Qader mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Mereka tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga merasa tidak aman karena tindakan pasukan Israel yang dinilai tidak manusiawi. Mereka mengecam tindakan pasukan Israel dan meminta transparansi serta keadilan dalam investigasi kasus ini.

Banyak keluarga lain juga mengalami hal serupa. Mereka hidup dalam ketakutan dan tidak bisa mempercayai sistem yang seharusnya melindungi mereka. Dengan adanya rekaman video seperti ini, harapan akan keadilan dan perlindungan semakin rendah.

Kesimpulan

Kejadian pembunuhan dua warga Palestina oleh pasukan Israel di Tepi Barat menunjukkan tingkat kekerasan yang tinggi dan kurangnya penghormatan terhadap hak asasi manusia. Rekaman video yang dipublikasikan memberikan gambaran jelas tentang kekejaman pasukan Israel, termasuk tindakan menolak bantuan medis dan membiarkan korban meninggal tanpa intervensi.

Dalam situasi seperti ini, penting bagi komunitas internasional untuk turut campur dan memastikan bahwa pelaku tindakan kekerasan dihukum sesuai hukum internasional. Hanya dengan langkah-langkah seperti ini, keadilan dapat ditegakkan dan kekerasan dapat diminimalkan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar