Istri Kasatpol PP Ditantang Emak-emak di Rumah Dinas, Postingan Jadi Sorotan

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Istri Kasatpol PP Ditantang Emak-emak di Rumah Dinas, Postingan Jadi Sorotan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Istri Kasatpol PP Ditantang Emak-emak di Rumah Dinas, Postingan Jadi Sorotan

Konflik Berawal dari Postingan Media Sosial

Seorang istri Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) di Pangkalpinang, Dini, menjadi sorotan setelah digeruduk oleh sejumlah emak-emak di rumah dinasnya. Kejadian ini berawal dari unggahan media sosial yang dilakukan Dini dan memicu konflik dengan beberapa kelompok ibu-ibu selama berbulan-bulan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Dini, yang merupakan istri dari Kasatpol PP Pangkalpinang Efran, mengunggah postingan di media sosial yang akhirnya menimbulkan permasalahan. Meski tidak menyebutkan nama secara eksplisit, unggahan tersebut dianggap sebagai bentuk sindiran oleh sekelompok emak-emak. Hal ini kemudian memicu reaksi keras dan akhirnya memuncak pada puncak kemarahan massa yang mendatangi rumah dinas mereka pada Jumat (19/12/2025) malam.

Proses Mediasi yang Tidak Menemukan Titik Temu

Setelah kejadian tersebut, Dini sempat datang ke Polres Pangkalpinang untuk mediasi. Massa yang didominasi ibu-ibu juga ikut datang ke Mapolres. Namun, proses mediasi yang difasilitasi oleh aparat kepolisian tidak berjalan mulus dan tidak menemukan titik temu.

Melalui kuasa hukumnya, Fitriadi, Dini membantah kabar bahwa kliennya diamankan di Mapolresta Pangkalpinang. Ia hanya hadir untuk menjalani proses mediasi. "Klien kami tidak diamankan. Ia hanya diminta hadir untuk mediasi, namun memang hasilnya tidak mencapai kesepakatan," ujar Fitriadi.

Fitriadi menjelaskan bahwa pemicu awal peristiwa bermula dari unggahan Instagram Story Dini yang tidak menyebutkan nama siapa pun. Namun, pihak Ibu Suri Wakanda Cs merasa tersinggung dan menganggap unggahan itu ditujukan kepada mereka. Situasi kemudian memanas ketika Ibu Suri Wakanda bersama tiga rekannya mendatangi kediaman Kasatpol PP Pangkalpinang, Efran, pada Jumat malam sekitar pukul 21.15 WIB.

Peran Media Sosial dalam Memperparah Konflik

Dini, yang memiliki akun TikTok dengan username My-Name-UBM, aktif mengunggah kegiatannya sebagai istri Kasatpol PP. Postingan terakhirnya yang diunggah pada Sabtu (20/12/2025) telah dilihat lebih dari 2 ribu kali penayangan. Dalam unggahan tersebut, warganet turut mengomentari peristiwa yang baru saja terjadi.

Selama berbulan-bulan, Dini berseteru dengan kreator konten lainnya. Ia digeruduk massa diduga melibatkan persoalan anak-anak ke dalam perseteruan antar emak-emak ini hingga memicu kemarahan di media sosial. Hal ini menuai banyak kritik karena Dini dinilai memperluas konflik hingga mengabaikan etika dan melibatkan anak-anak dalam masalah orang dewasa.

Persoalan Hukum yang Muncul

Laporan yang dilayangkan berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), menyusul sejumlah siaran langsung di media sosial yang dinilai berisi hinaan dan cacian. Laporan pertama kini telah masuk tahap penyidikan di Polresta Pangkalpinang.

Terkait kegagalan mediasi, Fitriadi menyebut tidak adanya titik temu karena masing-masing pihak tetap bersikukuh pada pendiriannya. "Hasil mediasi tidak ada kejelasan dan tidak ada kesepakatan. Para pihak sama-sama memilih untuk tidak berdamai," ucapnya.

Keributan di Mapolresta Pangkalpinang

Polisi sempat kewalahan menenangkan emosi ibu-ibu yang datang ke Mapolresta Pangkalpinang pada Jumat (19/12/2025) malam. Ketegangan terjadi antara aparat kepolisian dan sekelompok emak-emak yang mendatangi kantor polisi tersebut. Keributan bermula saat sejumlah emak-emak tiba di lobi gedung utama Mapolresta Pangkalpinang dan terlibat adu mulut dengan aparat.

Massa menilai perempuan itu telah menyebarkan pernyataan bernada provokatif melalui media sosial yang memicu konflik. "Suruh keluar dia itu pak, jangan berani di dalam dan jangan berkoar-koar di media sosial saja beraninya dan ngatain orang seenak jidatnya," kata salah satu emak-emak.

Setelah dilakukan berbagai upaya, kedua belah pihak akhirnya dibawa ke ruang Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pangkalpinang untuk dimediasi. Meski telah dipertemukan, kedua belah pihak masih bersitegang dan gagal karena belum menemukan titik temu.

Imbauan untuk Bijak dalam Penggunaan Media Sosial

AKP Singgih Aditya Utama, Kasat Reskrim Polresta Pangkalpinang, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak terjadi konflik atau masalah antara kedua belah pihak. "Tentu, kami minta masyarakat supaya bijak dalam bermedsos dan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak inginkan," imbaunya.

Sementara keramaian yang sempat terjadi di Mapolresta Pangkalpinang, mulai kondusif dan masyarakat mulai meninggalkan Mapolresta sekitar pukul 24.00 WIB.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar