
Perbaikan Jalan Sindangwaas di Desa Mekarwangi
Jalan Sindangwaas yang terletak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kini sedang dalam proses perbaikan setelah hampir sepuluh tahun mengalami kerusakan parah. Jalur ini memiliki status sebagai jalan kabupaten dan menjadi salah satu jalur alternatif menuju Lembang dari arah Kota Bandung, selain Jalan Punclut dan Jalan Dago Giri.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perbaikan dilakukan karena kondisi jalan yang rusak berat, minimnya penerangan jalan umum (PJU), serta rambu lalu lintas yang terbatas. Masalah ini sering kali menjadi keluhan masyarakat sekitar. Selain warga setempat, jalur ini juga sering dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin menghindari kemacetan di jalur utama Setiabudi–Lembang. Dengan bantuan aplikasi seperti Google Maps, Jalan Sindangwaas menjadi salah satu rute populer menuju kawasan wisata Lembang, terutama pada akhir pekan.
Namun, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari. Hal ini membuat kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi di beberapa titik rawan.
Kepala Desa Mekarwangi, Enjang Sumpena, menjelaskan bahwa perbaikan jalan sepanjang 5,4 kilometer tersebut sudah dimulai sejak September lalu dengan anggaran dari APBN. “Kami sangat bersyukur jalan ini akhirnya diperbaiki. Selama hampir 10 tahun kondisinya rusak parah dan menghambat aktivitas warga, terutama petani yang setiap hari melewati jalan ini untuk membawa hasil panen,” ujarnya, Jumat 10 Oktober 2025.
Menurut Enjang, sebelum proyek rehabilitasi dimulai, warga kerap melakukan perbaikan swadaya, terutama menjelang hari besar seperti Lebaran. Namun karena keterbatasan material dan tingginya volume kendaraan bertonase berat, perbaikan itu tidak bertahan lama. Akibatnya, kecelakaan lalu lintas masih sering terjadi di beberapa titik rawan.
“Selain jalan yang berlubang, kami juga masih kekurangan penerangan jalan umum. Banyak titik blind spot yang membahayakan, terutama di tanjakan dan tikungan,” tuturnya.
Ia berharap setelah proyek rampung, pemerintah kabupaten juga memperhatikan aspek keselamatan dengan menambah PJU dan rambu lalu lintas di sepanjang jalur tersebut.
Sementara itu, sejumlah warga menyambut positif perbaikan jalan ini. Mereka menilai langkah tersebut bisa memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan potensi ekonomi desa. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, wisatawan juga diharapkan semakin nyaman melintasi jalur alternatif menuju kawasan wisata Lembang tersebut.
Pekerjaan perbaikan jalan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun ini agar dapat segera digunakan oleh masyarakat, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah desa berkomitmen mengawasi proses pengerjaan agar kualitas jalan sesuai standar dan tahan lama.
Komentar
Kirim Komentar