
Penggalian Informasi tentang Tokoh Antropologi dan Kontribusi Pemikirannya
Pada buku Antropologi Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka, halaman 11 menyajikan materi penting yang berkaitan dengan tokoh-tokoh antropologi serta kontribusi pemikiran mereka terhadap perkembangan ilmu antropologi. Materi ini termuat dalam Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) 1.2, yang bertujuan untuk membantu siswa memahami lebih dalam mengenai pemikiran para ahli antropologi dunia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Buku ini ditulis oleh Tri Joko Sri Haryono, dkk., dan diterbitkan oleh Kemdikbudristek pada tahun 2024 edisi revisi. Dalam LKPD 1.2, siswa diharuskan untuk menggali informasi tentang beberapa antropolog utama yang berkontribusi dalam membentuk dasar ilmu antropologi. Berikut adalah beberapa langkah yang diberikan dalam LKPD tersebut:
- Membaca informasi mengenai beberapa antropolog utama.
- Memilih tiga tokoh dari tujuh tokoh antropolog yang telah disebutkan.
- Memilih berdasarkan kriteria: antropolog Indonesia dan antropolog dari negara lain, serta antropolog laki-laki dan perempuan.
- Mencari referensi dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, buku, atau sumber lainnya.
Berikut adalah jawaban dari pertanyaan dalam LKPD 1.2 halaman 11:
1. Margaret Mead (1901–1978) – Amerika Serikat – Perempuan
Fokus Kajian:
Antropologi budaya, perkembangan anak dan remaja dalam kebudayaan berbeda.
Karya Terkenal:
Coming of Age in Samoa (1928)
Kontribusi Utama:
a. Menunjukkan bahwa kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan budaya, bukan hanya faktor biologis.
b. Membandingkan remaja di Samoa dan Amerika, ia menemukan bahwa konflik masa remaja bukan hal universal, melainkan produk budaya.
c. Membuka perspektif baru bahwa budaya membentuk cara berpikir dan perilaku manusia sejak kecil.
2. Clifford Geertz (1926–2006) – Amerika Serikat – Laki-laki
Fokus Kajian:
Antropologi simbolik dan interpretatif.
Karya Terkenal:
The Interpretation of Cultures (1973), Agama Jawa.
Kontribusi Utama:
a. Mengembangkan konsep “thick description” (deskripsi mendalam), yaitu analisis budaya dengan memahami makna simbolik di balik tindakan sosial.
b. Banyak meneliti masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Madura.
c. Berperan besar dalam memperkenalkan pendekatan interpretatif dalam antropologi, yaitu memahami budaya melalui makna dan simbol.
3. Heddy Shri Ahimsa Putra (1953–sekarang) – Indonesia – Laki-laki
Fokus Kajian:
Antropologi budaya, simbolik, dan struktur sosial.
Institusi:
Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Kontribusi Utama:
a. Mengembangkan antropologi interpretatif di Indonesia dengan pendekatan lokal, melanjutkan pemikiran Geertz tetapi dengan perspektif Nusantara.
b. Meneliti tradisi, ritual, dan sistem pengetahuan lokal, serta mengangkat budaya sebagai sistem simbol yang hidup.
c. Menggagas pemikiran antropologi kritis yang kontekstual dengan realitas Indonesia, tidak hanya mengadopsi teori Barat.
Kesimpulan
Dengan mempelajari tokoh-tokoh antropologi seperti Margaret Mead, Clifford Geertz, dan Heddy Shri Ahimsa Putra, siswa dapat memahami bagaimana ilmu antropologi berkembang melalui berbagai perspektif dan pendekatan. Setiap tokoh memiliki kontribusi unik yang memperkaya pemahaman kita tentang manusia, budaya, dan masyarakat.
Komentar
Kirim Komentar