Jenazah 94 Warga Palestina Ditemukan di Puing-Puing Gaza

Jenazah 94 Warga Palestina Ditemukan di Puing-Puing Gaza

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Jenazah 94 Warga Palestina Ditemukan di Puing-Puing Gaza, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Badan Pertahanan Sipil Gaza Temukan 94 Jenazah di Reruntuhan

Badan Pertahanan Sipil Gaza mengumumkan pada hari Sabtu bahwa mereka telah menemukan sebanyak 94 jenazah warga Palestina dari reruntuhan di wilayah tersebut. Dalam pernyataannya, organisasi tersebut menyebutkan bahwa jenazah-jenazah ini ditemukan di pusat Kota Gaza dan telah dipindahkan ke departemen forensik di Kompleks Medis Al-Shifa untuk diproses pemakamannya di Pemakaman Para Martir di Kota Deir al-Balah.

Ribuan warga Palestina masih diyakini terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur di Gaza sejak dimulainya perang Israel di wilayah tersebut pada Oktober 2023. Badan Pertahanan Sipil mengungkapkan bahwa mereka bekerja sama dengan kementerian kesehatan dan wakaf keagamaan untuk memindahkan ribuan jenazah yang terkubur di lokasi acak ke pemakaman di wilayah tersebut.

Israel disebut telah membunuh hampir 70.700 orang, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak Palestina. Angka ini belum termasuk ribuan jenazah warga Palestina yang masih terkubur dalam reruntuhan bangunan di Gaza. Selain itu, lebih dari 171.100 orang lainnya terluka dalam serangan di Gaza sejak Oktober 2023, sebelum serangan tersebut berhenti di bawah kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober.

Namun, meskipun gencatan senjata sudah berlaku, Israel tetap melakukan serangan. Dinas Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa enam orang tewas pada Jumat akibat serangan artileri Israel terhadap sebuah tempat perlindungan. Angka ini meningkatkan jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel sejak kesepakatan tersebut berlaku menjadi 400 orang.

Perundingan di Miami: Upaya Menjaga Gencatan Senjata

Di tengah situasi yang semakin memburuk, pertemuan di Miami, Amerika Serikat, bersama Qatar, Mesir, dan Turki, pada hari Sabtu mendesak pihak-pihak dalam gencatan senjata Gaza untuk menepati kewajiban mereka dan menahan diri. Utusan utama AS setelah pembicaraan di Miami menyampaikan hal tersebut.

Para pejabat tinggi dari masing-masing negara bertemu dengan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Donald Trump, untuk meninjau tahap pertama gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober. Dalam pernyataannya, Witkoff menegaskan komitmen penuh AS terhadap rencana perdamaian 20 poin Presiden dan menyerukan semua pihak untuk menepati kewajiban mereka serta bekerja sama dengan pengaturan pemantauan.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah ketegangan yang terus berlanjut terkait kesepakatan tersebut. Pernyataan yang dikeluarkan pada hari Sabtu menyebutkan kemajuan yang dicapai pada tahap pertama perjanjian perdamaian, termasuk perluasan bantuan kemanusiaan, pemulangan jenazah sandera, penarikan sebagian pasukan, dan pengurangan permusuhan.

Pernyataan tersebut juga menyerukan "pembentukan dan pengoperasian segera" pemerintahan transisi yang akan terjadi pada fase kedua perjanjian. Konsultasi akan terus dilakukan dalam beberapa pekan mendatang mengenai implementasinya.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan, Israel seharusnya menarik diri dari posisinya di Gaza yang kini seluas 50 persen. Otoritas sementara akan memerintah wilayah Palestina menggantikan Hamas, dan pasukan stabilisasi internasional akan dikerahkan.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan harapan bahwa negara-negara akan menyumbangkan pasukan untuk pasukan stabilisasi. Namun, ia juga mendesak perlucutan senjata Hamas, memperingatkan bahwa proses tersebut akan gagal jika hal itu tidak terjadi.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar