
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Peresmian Dapur SPPG di Polres Rokan Hulu
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meresmikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Polres Rokan Hulu, pada Jumat (24/10). Dapur ini menjadi SPPG ke-7 yang dihadirkan oleh jajaran Polda Riau. Tujuannya adalah untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berfokus pada penyediaan makanan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Program MBG yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai langkah strategis dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Kapolda menekankan bahwa Polda Riau secara konsisten mendukung program pemerintah dalam pemenuhan gizi yang sesuai dengan standar kesehatan nasional.
Standar Mutu Pangan yang Harus Dipatuhi
Dalam peresmian tersebut, Kapolda menyampaikan pentingnya penerapan standar mutu pangan dalam setiap proses produksi di dapur SPPG. Ia menekankan bahwa penyediaan bahan pangan harus memperhatikan kesegaran dan keamanan produk. "Pilih bahan baku yang segar dan aman, hindari yang sudah kedaluwarsa," tegasnya.
Selain itu, Herry Heryawan juga mengingatkan agar penyimpanan bahan pangan dilakukan sesuai dengan standar suhu yang berlaku, guna menjaga kualitas dan mencegah kontaminasi. "Simpan bahan segar pada suhu 0–5°C, bahan beku di bawah -18°C, dan bahan kering di tempat sejuk. Pastikan penyimpanan yang tepat agar bahan tidak rusak," ujarnya.
Keamanan Pangan dari Hulu ke Hilir
Dalam rangka menjaga keamanan pangan, Polda Riau memastikan setiap dapur SPPG menerapkan sistem security food dan pengawasan ketat dari tahap pengolahan hingga distribusi. Setiap makanan yang akan disalurkan juga wajib diperiksa oleh Puskesmas dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) setempat. "Wajib melibatkan Puskesmas dan UKS untuk melakukan pemeriksaan sebelum makanan didistribusikan kepada siswa," tambahnya.
Seluruh SPPG di bawah Polda Riau diwajibkan melakukan rapid test (security food check) terhadap makanan yang akan disajikan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan makanan bebas dari bakteri dan zat berbahaya. Kapolda juga menekankan pentingnya menjaga keamanan pangan dari hulu ke hilir mulai dari proses penanaman, pemanenan, pengelolaan, penyimpanan, hingga distribusi ke tangan penerima manfaat. "Keamanan pangan harus diperhatikan sejak dari sumber bahan makanan hingga sampai ke dapur SPPG yang menyiapkan makanan bagi para siswa," ucapnya.
Pentingnya Kebersihan Wadah Makanan
Herry Heryawan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan wadah makanan seperti food tray atau ompreng yang digunakan dalam distribusi agar tidak menjadi sumber kontaminasi. "Setiap tahap pengolahan, penyajian, dan distribusi makanan harus diawasi secara cermat agar tercapai standar aman, sehat, dan berkualitas," tambahnya.
Komentar
Kirim Komentar