
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
jateng.aiotrade.app
, SEMARANG – Seorang pria berinisial F (22) ditangkap di Semarang karena diduga melakukan penculikan dan tindakan asusila terhadap anak-anak usia sekolah dasar. Kejadian ini mengejutkan masyarakat setempat dan memicu kekhawatiran akan keselamatan anak-anak.
Menurut informasi yang diperoleh, pelaku mengiming-imingi korban dengan uang sebesar Rp 12.000 sebagai umpan agar mereka mau mengikuti dirinya. Dalam penjelasan kuasa hukum korban, Zainal Petir, pelaku memberikan alasan bahwa uang tersebut diberikan untuk tujuan memijat korban. Namun, aksi tersebut justru berujung pada tindakan tidak pantas.
Kejadian ini berhasil digagalkan berkat respons cepat dari keluarga korban. Saat korban dibawa ke sebuah rumah kosong, pihak keluarga langsung mengetahui dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. “Beruntung sebelum aksi pelaku, tertangkap om-nya,” kata Zainal Petir, Sabtu (11/10).
Kasus ini terbongkar setelah keluarga korban mencurigai tindakan aneh yang dilakukan oleh pria tak dikenal. Saat itu, anak korban dibonceng oleh pria tersebut, sehingga memicu kecurigaan. Akhirnya, pelaku diamankan di pos keamanan Tanah Mas, Semarang Utara.
Dalam proses pemeriksaan, polisi menemukan video yang menunjukkan tindakan serupa terhadap korban lain. Menurut Ketua Tim Elang Polsek Semarang Utara Aiptu Agus Supriyanto, semua korban masih berada di bawah umur, dan salah satu video berisi konten vulgar yang sangat tidak pantas.
Pelaku diketahui bekerja di sebuah barbershop dan kini telah diserahkan ke Polrestabes Semarang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Insiden ini sempat viral di media sosial setelah video penangkapan pelaku tersebar, yang memicu keprihatinan masyarakat di Semarang.
Akun Instagram @im.semarang_official melaporkan bahwa korban merupakan siswa kelas 3 SD di Kelurahan Bulu Lor, yang tidak pulang setelah sekolah hingga malam hari. Hal ini menunjukkan betapa rentannya anak-anak terhadap tindakan kriminal yang dilakukan oleh orang-orang tak dikenal.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat mereka berada di luar rumah. Selain itu, pentingnya edukasi tentang bahaya kekerasan seksual terhadap anak juga harus ditingkatkan agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.
Sebagai langkah pencegahan, pihak berwenang diharapkan dapat memperkuat pengawasan di lingkungan sekolah dan tempat-tempat umum. Masyarakat juga diminta untuk selalu melaporkan kecurigaan atau tindakan mencurigakan kepada pihak berwajib agar bisa segera ditangani.
Komentar
Kirim Komentar