Gigi Anak yang Tidak Rata dan Dampaknya
Gigi anak yang tidak rata adalah kondisi di mana susunan gigi tampak berjejal, renggang, atau tumbuh miring sehingga tidak sejajar dengan baik. Kondisi ini bisa mulai terlihat sejak gigi susu, tetapi lebih jelas saat gigi permanen mulai tumbuh. Penyebabnya bervariasi, mulai dari faktor keturunan, kebiasaan seperti mengisap jempol atau menggunakan dot terlalu lama, hingga masalah pertumbuhan rahang dan waktu tanggalnya gigi susu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Gigi yang tidak rata tidak hanya berpengaruh pada penampilan, tetapi juga dapat menimbulkan kesulitan mengunyah, berbicara, serta meningkatkan risiko gigi berlubang karena lebih sulit dibersihkan. Selain itu, pada sebagian anak kondisi ini bisa memengaruhi rasa percaya diri, terutama ketika berinteraksi dengan teman sebaya.
Dampak Fisik dan Psikologis
Dampak Fisik
-
Kesulitan Mengunyah
Gigi yang tidak sejajar membuat anak sulit memotong atau menghaluskan makanan. -
Masalah Bicara
Posisi gigi yang tidak normal bisa memengaruhi cara melafalkan huruf tertentu, misalnya “s” atau “f”. -
Rentan Gigi Berlubang dan Penyakit Gusi
Gigi berjejal lebih sulit dibersihkan, sehingga plak dan sisa makanan mudah menumpuk. -
Gangguan Pertumbuhan Rahang
Ketidakseimbangan rahang dapat menyebabkan nyeri pada sendi rahang atau gigitan tidak normal (maloklusi). -
Sering Mengalami Luka di Mulut
Gigi yang menonjol bisa melukai bibir atau pipi bagian dalam.
Dampak Psikologis
-
Menurunkan Rasa Percaya Diri
Anak bisa merasa minder atau malu saat tersenyum atau berbicara. -
Menjadi Bahan Ejekan (Bullying)
Teman sebaya mungkin mengejek gigi yang “berantakan” sehingga menimbulkan rasa tertekan. -
Enggan Tersenyum atau Berbicara di Depan Umum
Anak cenderung menutup diri, kurang ekspresif, dan menarik diri dari pergaulan. -
Gangguan Emosi
Rasa minder berkepanjangan dapat memengaruhi kepercayaan diri anak hingga dewasa.
Pencegahan dan Solusi

Pencegahan
-
Menghentikan kebiasaan buruk sejak dini
Membatasi penggunaan dot atau empeng hanya sampai usia 2 tahun.
Melatih anak untuk tidak mengisap jempol atau menggigit kuku. -
Merawat gigi susu dengan baik
Menjaga kebersihan gigi agar tidak cepat rusak atau copot sebelum waktunya.
Rutin menyikat gigi minimal 2 kali sehari. -
Pemeriksaan gigi rutin
Membawa anak ke dokter gigi sejak gigi pertama tumbuh, lalu setiap 6 bulan sekali. -
Mencegah anak bernapas lewat mulut terus-menerus
Jika anak sering bernapas melalui mulut, periksakan ke dokter karena bisa berpengaruh pada bentuk rahang.
Solusi
-
Konsultasi ke Dokter Gigi Anak / Ortodontis
Evaluasi posisi gigi biasanya dianjurkan sejak usia 6–7 tahun. -
Penggunaan Alat Bantu (Ortodonsi)
Pada usia tertentu, dokter bisa merekomendasikan alat lepasan atau kawat gigi untuk memperbaiki susunan gigi. -
Perawatan Gigi yang Hilang
Jika gigi susu copot terlalu cepat, dokter dapat memasang space maintainer untuk menjaga ruang tumbuh gigi permanen. -
Kebiasaan Sehat Sehari-hari
Mengajarkan anak cara menyikat gigi yang benar.
Memberikan makanan bergizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan gigi dan rahang.

Komentar
Kirim Komentar