Kemantapan Jalan Lampung Capai 79,79%, Pemprov Siapkan Perbaikan Besar 2026

Kemantapan Jalan Lampung Capai 79,79%, Pemprov Siapkan Perbaikan Besar 2026

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Kemantapan Jalan Lampung Capai 79,79%, Pemprov Siapkan Perbaikan Besar 2026, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.


Lampung Geh, Bandar Lampung

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peningkatan Kondisi Infrastruktur Jalan di Provinsi Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung mencatat peningkatan signifikan dalam kondisi infrastruktur jalan. Hingga akhir 2025, tingkat kemantapan jalan provinsi mencapai 79,79 persen, naik sekitar dua persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas jalan yang menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, kemantapan jalan Provinsi Lampung sekarang di angka 79,79 persen. Memang belum sampai 80 persen, tapi ini sudah naik sekitar dua persen dari tahun lalu,” ujar Taufiqullah saat peringatan Hari Jalan Nasional di Lampung, Jum'at (19/12).

Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026, Pemprov Lampung akan memperbanyak program perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Hal ini sejalan dengan komitmen Gubernur Lampung untuk menjadikan infrastruktur jalan sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi daerah.

“Pak Gubernur sangat berkomitmen. Infrastruktur jalan harus lebih baik, karena ini fondasi awal perbaikan ekonomi Provinsi Lampung. Target kami, di akhir masa jabatan beliau, kemantapan jalan bisa di atas 90 persen,” ujar Taufiqullah.

Persiapan Menghadapi Musim Liburan Nataru

Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas BMBK memastikan kesiapsiagaan penuh meski tidak membentuk posko khusus.

Seluruh alat berat dan personel telah disiagakan di setiap kabupaten/kota untuk mengantisipasi potensi gangguan, termasuk longsor.

“Kami semua standby. Alat berat, bahan bakar, dan personel sudah on call. Kalau terjadi kondisi darurat, kami siap bergerak cepat,” kata Taufiqullah.

Peran Jalan dalam Pembangunan Ekonomi

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Mulyadi Irsan, menegaskan bahwa peran strategis jalan dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari investasi, industri, pengendalian inflasi, hingga ketahanan pangan.

“Jalan adalah urat nadi pembangunan daerah. Dengan jalan yang baik, isu investasi, industri, inflasi, dan pangan bisa ditopang dengan lebih optimal,” ujar Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa peningkatan kemantapan jalan tidak hanya mengandalkan APBD Provinsi Lampung.

Pemerintah juga mendorong berbagai skema pembiayaan alternatif, seperti kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemanfaatan CSR, dan kerja sama dengan sektor industri.

“Kita tidak hanya berpangku pada APBD. Skema pembiayaan non-APBD sangat membantu percepatan peningkatan kemantapan jalan di tengah keterbatasan anggaran,” ujar Mulyadi.

Strategi Pembiayaan Alternatif

Beberapa strategi yang digunakan meliputi:

  • Kolaborasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dana pembangunan infrastruktur.
  • Pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta sebagai pendanaan tambahan.
  • Kerja sama dengan sektor industri untuk membangun jalan-jalan yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi.

Dengan pendekatan ini, pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat meningkatkan kualitas jalan secara lebih cepat dan efektif.

Tantangan dan Harapan

Meskipun capaian ini menunjukkan progres positif, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan jalan yang terus meningkat.

Namun, dengan komitmen pemerintah dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, harapan besar terhadap peningkatan infrastruktur jalan Provinsi Lampung tetap terjaga.

Target 90 persen kemantapan jalan di akhir masa jabatan gubernur menjadi indikator utama kesuksesan program ini.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar