Kemendukbangga dan PLN Berkolaborasi Wujudkan Tamasya

Kemendukbangga dan PLN Berkolaborasi Wujudkan Tamasya

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Kemendukbangga dan PLN Berkolaborasi Wujudkan Tamasya yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.
Kemendukbangga dan PLN Berkolaborasi Wujudkan Tamasya

Kerja Sama Pemerintah dan Swasta dalam Membangun Generasi Emas 2045

Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas pengasuhan anak usia dini berlangsung dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Barat dengan PT PLN Nusantara Power. Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, dunia usaha, serta pengelola tempat penitipan anak (TPA) binaan dari beberapa kabupaten.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Acara tersebut berlangsung pada Jum’at, 10 Oktober 2025. Hadir dalam acara tersebut adalah Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, serta Vice President Corporate Communication & CSR PLN Nusantara Power, Harry Purnomo. Selain itu, juga hadir perwakilan Bupati Kabupaten Bekasi yang diwakili oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Firzawati. Turut hadir pula perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, serta pengelola TPA Fitrah Hanniah Kabupaten Bekasi, TPA Santia Kabupaten Purwakarta, dan TPA Hommy Motty Daycare Kabupaten Indramayu.

Dalam sambutannya, Dadi Ahmad Roswandi menekankan bahwa pembangunan keluarga dan pengasuhan anak merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi Indonesia emas 2045. Ia menyebutkan tantangan yang masih ada di Jawa Barat, seperti angka stunting yang mencapai sekitar 15,9 persen, serta ketimpangan kualitas keluarga di wilayah pesisir.

Program TAMASYA merupakan bagian dari quick wins Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan menghadirkan negara dalam penyediaan layanan pengasuhan anak. “Negara harus hadir di tempat penitipan anak. Melalui TAMASYA, kita tidak hanya bicara pengasuhan, tapi juga peningkatan kualitas TPA, penguatan peran orang tua, serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Dadi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelik yaitu pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat. “Kami berharap kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power di Jawa Barat, khususnya di unit Muara Tawar, Cirata, dan Indramayu, dapat memperkuat pembinaan TPA sekaligus mendukung kesejahteraan keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, Harry Purnomo, VP Corporate Communication & CSR PT PLN Nusantara Power, menyampaikan bahwa dukungan PLN terhadap program TAMASYA merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan untuk berkontribusi pada pembangunan manusia dan keluarga Indonesia. “Bangsa yang kuat berawal dari keluarga yang kokoh dan pengasuhan anak yang berkualitas. Melalui kerja sama dengan BKKBN Jawa Barat, PLN Nusantara Power membina tiga TPA di wilayah operasional kami yakni Bekasi, Purwakarta, dan Indramayu dengan dukungan sarana edukasi serta penguatan kelembagaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, program TAMASYA selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pilar ESG (Environment, Social, Governance) yang dipegang oleh PLN Nusantara Power. “Inisiatif ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk membangun generasi Indonesia Emas 2045. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” katanya.

Mewakili Bupati Bekasi, Firzawati menyampaikan apresiasi atas langkah Kemendukbangga/BKKBN dan PLN dalam meluncurkan program yang dinilai strategis dan komprehensif tersebut. Ia menilai TAMASYA sejalan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah industri seperti Bekasi, di mana banyak perempuan bekerja dan membutuhkan dukungan pengasuhan anak yang aman serta berkualitas.

“Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan program TAMASYA. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat sistem pengasuhan anak usia dini yang lebih unggul dan berkontribusi bagi generasi emas 2045,” ucapnya.

Firzawati juga menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua di tengah derasnya arus informasi digital. “Saat ini banyak informasi tentang pola asuh yang tidak semuanya tepat. Melalui TAMASYA, orang tua akan mendapat panduan yang benar untuk mendidik anak-anaknya menjadi generasi yang berkualitas,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting bagi sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Tentu saja hal tersebut untuk menuju Indonesia Emas 2045.


Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar