
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sosialisasi Kekayaan Intelektual di Institut Kesehatan Yarsi Mataram
Pada hari Kamis (23/10), Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan terkait Kekayaan Intelektual (KI) di Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan KI.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum NTB, Anna Ernita, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan oleh Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi merupakan langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan KI di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Kemenkum NTB berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, edukasi, dan pendampingan kepada masyarakat, termasuk kalangan akademisi," ujar Anna Ernita.
Anna juga menyampaikan harapan agar pembentukan Sentra KI dapat segera dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil Kemenkum NTB dan Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan KI di wilayah NTB.
Rektor Institut Kesehatan Yarsi Mataram, Zulhendry, menjelaskan bahwa penelitian di bidang kesehatan sangat berkaitan dengan aspek etik dan legal. Oleh karena itu, keberadaan Sentra KI akan sangat membantu dalam memvalidasi karya dan hasil penelitian.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan pintu menuju pencatatan kekayaan intelektual semakin terbuka bagi para dosen dan mahasiswa," kata Zulhendry.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan Institut Kesehatan Yarsi Mataram dapat menjadi lebih proaktif dalam mengelola kekayaan intelektual. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas penelitian dan inovasi di bidang kesehatan.
Beberapa manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan KI.
- Memberikan wawasan dan pengetahuan tentang prosedur pengajuan dan perlindungan KI.
- Membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk mencatatkan karya mereka sebagai KI.
- Mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga pemerintah dalam pengelolaan KI.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi awal dari kerja sama yang lebih jauh antara Kanwil Kemenkum NTB dan Institut Kesehatan Yarsi Mataram. Diharapkan, kerja sama ini akan berdampak positif pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di wilayah NTB.
Dalam rangka memperkuat sistem perlindungan KI, Kanwil Kemenkum NTB juga akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan di berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap karya cipta dan inovasi yang dihasilkan masyarakat dapat mendapatkan perlindungan hukum yang sesuai.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi kalangan akademisi untuk lebih memahami hak-hak mereka sebagai pencipta. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga mampu melindungi karyanya dari tindakan plagiarisme atau penggunaan yang tidak sah.
Selanjutnya, Kanwil Kemenkum NTB akan terus memantau perkembangan KI di berbagai sektor, termasuk kesehatan, teknologi, seni, dan budaya. Dengan begitu, sistem perlindungan KI di Nusa Tenggara Barat akan semakin kuat dan efektif.
Komentar
Kirim Komentar