Kisah Kang Asep, Pengasuh Tanpa Bayaran dari Lebak

Kisah Kang Asep, Pengasuh Tanpa Bayaran dari Lebak

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Kisah Kang Asep, Pengasuh Tanpa Bayaran dari Lebak, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Cerita Kang Asep, Relawan Caregiver yang Tulus Membantu Orang Asing

Seorang warganet di media sosial Instagram menceritakan pengalaman pribadinya saat sedang dirawat di rumah sakit. Dalam kondisi yang tidak bisa berdaya, ia mengungkapkan bahwa ada seseorang yang rela menemani selama masa perawatan meski tidak saling mengenal.

"Nggak percaya di dunia ini masih ada yang tulus, tapi dia mau nemenin aku pas dirawat, padahal nggak kenal. Bela-belain naik kereta dari Rangkasbitung ke Jakarta buat nemenin pasien berobat, dibayar seikhlasnya. 14 tahun jadi caregiver, pernah nemenin cewek yang dibuang orang tuanya karena HIV, pas meninggal sampai ditemenin. Kadang dia tidur di jalanan demi sembuhin orang yang dia nggak kenal. Kang Asep buka jasa buat nemenin kalian berobat, operasi, kemo, cuci darah, atau penyakit apapun bahkan bisa beliin obat," tulis akun @pi** pada Selasa (21/10/2025).

Unggahan tersebut viral di media sosial. Banyak warganet merasa kagum dengan tindakan Kang Asep yang rela membantu tanpa mematok biaya. Beberapa komentar menyampaikan rasa terima kasih dan harapan agar Kang Asep tetap sehat.

"Banyak cara nyari uang tp mas Asep milih sekalian dgn sedekah. Sehat selalu org baik," tulis akun @rin*.

"Ngerawat orang sakit itu capek fisik dan mental loh. Keren sih yg memilih pekerjaan ini. Semoga Allah selalu menjaga dan memudahkan semua urusan kalian," tulis akun @cik*.

Beberapa warganet bahkan menanyakan kontak Kang Asep, karena mereka juga membutuhkan caregiver untuk merawat dan menemani keluarga yang sakit.

Kisah Kang Asep sebagai Caregiver Tanpa Imbalan

Lantas, bagaimana kisah Kang Asep hingga bersedia menjadi caregiver tanpa mematok imbalan?

Selama lebih dari sepuluh tahun, Asep Subandi (34) mengabdikan dirinya sebagai relawan caregiver atau pendamping pasien di sejumlah rumah sakit di Lebak, Banten, dan Jakarta. Ia menjelaskan bahwa tugasnya adalah mendampingi pasien dengan berbagai kebutuhan.

"Membantu pasien kontrol atau rawat inap, menemani, menyiapkan kebutuhan pasien selama dirawat," kata Kang Asep saat dihubungi aiotrade pada Jumat (24/10/2025).

Kang Asep mengaku tak membeda-bedakan pasien berdasarkan penyakit-penyakitnya, bahkan ia juga mau menemani dan merawat mereka yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA). "Saya membantu semua pasien dengan bermacam diagnosa," katanya.

Mengenai pasien yang ia bantu, Kang Asep mengatakan, terkadang datang dari permintaan pasien sendiri, atau saat ia mendapati adanya pasien yang tidak didampingi keluarga di sebuah rumah sakit. “Biasanya membantu pasien dengan kebutuhan khusus, seperti yang belum paham administrasi atau tidak ada pendamping dari keluarga. Bisa juga karena permintaan langsung atau ditemukan saat pendampingan,” ungkapnya.

Lama pendampingan tergantung pada kebutuhan pasien. Kadang hanya sekali, kadang berulang kali hingga pasien benar-benar pulih atau selesai berobat. “Kalau saya sesuai permintaan dan kebutuhan, bisa sesekali atau bisa berkali-kali,” tuturnya.

Tidak Ada Patokan Bayaran

Ketika ditanya apakah ia memiliki patokan bayaran, Kang Asep mengaku tidak memberikan patokan. Ia bahkan rela apabila membantu tanpa diberi imbalan sama sekali. “Tidak ada patokan, bahkan rela membantu tanpa dibayar sama sekali,” ujarnya.

Motivasi Kang Asep dalam menjadi caregiver adalah perasaan bahagia saat membantu sesama yang sedang sakit dan kesulitan. “Keinginan hati. Senang membantu orang-orang sakit yang kesulitan berobat,” katanya.

Komunitas Respek Peduli

Selama menjalankan perannya sebagai relawan, Kang Asep bernaung di bawah komunitas Respek Peduli, sebuah lembaga sosial yang aktif membina relawan caregiver. Delima, salah satu pembina caregiver di wilayah Lebak, membenarkan bahwa Kang Asep merupakan salah satu relawan binaannya.

“Benar sekali, Asep adalah salah satu dari beberapa caregiver binaan saya. Mereka relawan dari pelosok Lebak yang mendampingi pasien-pasien secara sukarela di beberapa rumah sakit,” kata Delima ketika dihubungi aiotrade, Jumat (24/10/2025).

Menurut Delima, saat diwawancarai pada Jumat, Kang Asep dan rekan-rekannya tengah melakukan pendampingan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Komunitas Respek Peduli sendiri telah berdiri selama sembilan tahun.

Selain membina relawan caregiver, komunitas tersebut juga menyediakan layanan ambulans, rumah singgah, serta program sosial lain seperti bantuan untuk anak yatim, lansia dhuafa, dan layanan kesehatan. Delima juga mengatakan bahwa menjadi caregiver di bawah Respek Peduli adalah bentuk pengabdian sosial tanpa imbalan finansial.

“Ada kriteria khusus (bagi yang ingin menjadi relawan), mau membantu secara sukarela. Tidak ada gaji ketika jadi relawan,” jelas Delima.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar