
Kisah Kang Asep, Seorang Pendamping Pasien yang Tulus dan Rela Berkorban
Sebuah kisah yang menginspirasi tentang ketulusan seorang pendamping pasien (caregiver) kini menjadi viral di media sosial. Nama Kang Asep kini dikenal luas berkat tindakannya yang luar biasa dalam membantu orang-orang yang tidak ia kenal.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kisah ini pertama kali dibagikan oleh seorang warganet dengan akun @pi** pada Selasa (21/10/2025). Dalam unggahannya, ia menyampaikan rasa kagum terhadap seseorang yang rela menemani dirinya saat dirawat di rumah sakit. “Nggak percaya di dunia ini masih ada yang tulus, tapi dia mau nemenin aku pas dirawat, padahal nggak kenal. Bela-belain naik kereta dari Rangkasbitung ke Jakarta buat nemenin pasien berobat, dibayar seikhlasnya.”
Menurut kisah tersebut, Kang Asep telah bekerja sebagai caregiver selama 14 tahun. Ia pernah menemani seorang wanita yang dibuang oleh orang tuanya karena HIV, hingga akhirnya meninggal. Bahkan, ia rela tidur di jalanan demi membantu orang yang tidak ia kenal. Kang Asep juga menawarkan jasanya untuk menemani pasien dalam berbagai kondisi medis seperti operasi, kemoterapi, atau cuci darah. Bahkan, ia bisa membantu membelikan obat jika diperlukan.
Banyak netizen yang terkesan dengan sikap Kang Asep yang tidak pernah mematok biaya. Mereka memberi komentar pujian seperti: “Banyak cara nyari uang tp mas Asep milih sekalian dgn sedekah. Sehat selalu org baik.” Atau “Ngerawat orang sakit itu capek fisik dan mental loh. Keren sih yg memilih pekerjaan ini. Semoga Allah selalu menjaga dan memudahkan semua urusan kalian.”
Beberapa warganet bahkan mulai mencari kontak Kang Asep karena mereka juga membutuhkan bantuan seorang caregiver untuk merawat keluarga yang sedang sakit.
Pengabdian Selama Lebih dari 10 Tahun
Kang Asep, yang memiliki nama lengkap Asep Subandi (34), telah mengabdikan dirinya sebagai relawan caregiver selama lebih dari 10 tahun. Ia bekerja di sejumlah rumah sakit di Lebak, Banten, dan Jakarta. Selama masa pengabdiannya, ia tidak pernah membeda-bedakan antara pasien satu sama lain, termasuk mereka yang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Membantu pasien kontrol atau rawat inap, menemani, menyiapkan kebutuhan pasien selama dirawat,” kata Kang Asep. Ia menjelaskan bahwa tugasnya adalah membantu pasien dengan berbagai diagnosis, baik dari permintaan langsung maupun saat ia menemui pasien yang tidak didampingi keluarga.
Lama pendampingan bergantung pada kebutuhan pasien. Kadang hanya sekali, kadang berulang kali hingga pasien benar-benar pulih atau selesai berobat.
Tidak Ada Tarif yang Dipatok
Ketika ditanya apakah ia mematok tarif, Kang Asep menjawab bahwa ia tidak memiliki patokan bayaran. Bahkan, ia rela membantu tanpa imbalan apa pun. “Tidak ada patokan, bahkan rela membantu tanpa dibayar sama sekali,” ujarnya.
Motivasi Kang Asep adalah rasa bahagia saat membantu sesama yang sedang kesulitan. “Keinginan hati. Senang membantu orang-orang sakit yang kesulitan berobat,” katanya.
Komunitas Respek Peduli
Selama menjalankan perannya sebagai relawan, Kang Asep bernaung di bawah komunitas Respek Peduli, sebuah lembaga sosial yang aktif membina relawan caregiver. Delima, pembina caregiver di wilayah Lebak, membenarkan bahwa Kang Asep merupakan salah satu relawan binaannya.
“Benar sekali, Asep adalah salah satu dari beberapa caregiver binaan saya. Mereka relawan dari pelosok Lebak yang mendampingi pasien-pasien secara sukarela di beberapa rumah sakit,” kata Delima.
Komunitas Respek Peduli telah berdiri selama sembilan tahun. Selain membina relawan caregiver, komunitas ini juga menyediakan layanan ambulans, rumah singgah, serta program sosial lain seperti bantuan untuk anak yatim, lansia dhuafa, dan layanan kesehatan.
Delima menjelaskan bahwa menjadi caregiver di bawah Respek Peduli adalah bentuk pengabdian sosial tanpa imbalan finansial. “Ada kriteria khusus (bagi yang ingin menjadi relawan), mau membantu secara sukarela. Tidak ada gaji ketika jadi relawan,” jelas Delima.
Komentar
Kirim Komentar