Kumpulan Manusia, Bebaskan Palestina!

Kumpulan Manusia, Bebaskan Palestina!

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Kumpulan Manusia, Bebaskan Palestina!, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Konser ‘Harapan Palestina’ Digelar di Depan Kedubes AS


Jakarta – Konser ‘Harapan Palestina’ kembali digelar pada hari Ahad (26/10/2025). Acara musik dan orasi yang bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina serta menghentikan genosida di Gaza kali ini berlangsung lebih besar dibandingkan sebelumnya. Pesta musik tersebut diselenggarakan di depan Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta Pusat (Jakpus).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk kelompok ‘kaum funky’ dan aktivis Islam, hadir dalam aksi ini. Mereka menyuarakan satu keinginan yang sama, yaitu persatuan manusia di seluruh dunia untuk melawan penjajahan Zionis Israel di Palestina.

Ananda Badudu, salah satu tokoh yang turut berbicara dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa sejarah Palestina adalah sejarah penindasan dan penjajahan. Ia menegaskan komitmen untuk terus melawan penjajahan bersama rakyat Palestina hingga mereka memperoleh kemerdekaan dan genosida di Gaza dihentikan.

Ananda Badudu bersama Sasha Iguana, anggota grup musik Banda Neira, menjadi salah satu pengisi konser. Yel-yel seperti “birruh, biddam, nafdika ya al-Aqsha. Birruh, biddam, nafdika ya al-Aqsha,” bergema dari para peserta. Lagu-lagu ini membawa semangat perjuangan Palestina yang selama ini hanya dilantunkan oleh kalangan aktivis Islam, namun kali ini juga diikuti oleh semua peserta aksi.

Para peserta hadir dengan beragam gaya berpakaian dan penampilan. Ada yang berjilbab, bercadar, tidak berhijab, bahkan ada yang penuh tato dan berpakaian dengan gaya unik. Tidak hanya itu, ada juga yang tampil rapi dengan baju koko dan peci kupluk. Meskipun berbeda-beda, mereka semua menyuarakan satu hal yang sama: “dengan ruh, dengan darah, akan kukorbankan untukmu ya al-Aqsha (Palestina).”

Teriakan “Free… Free… Palestine. Free… Free Palestine. From the river to the sea, Palestina will be free….” terdengar nyaring dari para peserta. Hal ini menunjukkan bahwa semangat perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel semakin kuat.

Bella Fawzi, salah satu anggota kelompok musik Tanah Para Nabi, menekankan bahwa manusia tidak boleh diam melihat penderitaan Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun. Ia menilai tidak pantas bagi siapa pun untuk diam atau bahkan mendukung penjajahan dan genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza.

Seniman Melanie Subono, yang turut tampil dalam konser ini, menegaskan bahwa tidak perlu mempertanyakan agama atau usia seseorang. Yang penting adalah kesadaran bahwa kita semua adalah manusia yang harus saling membela sesama manusia lainnya. Menurut Melanie, kehadiran semua peserta dalam acara ini merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel.

Melanie menambahkan bahwa narasi yang menyatakan bahwa masalah di Palestina jauh dari Indonesia hanya cara lain untuk membungkam upaya-upaya membantu sesama manusia yang menjadi korban penjajahan. Ia menegaskan bahwa rakyat Palestina tetap manusia dan saudara kita yang harus diperjuangkan bersama-sama.

Dia berharap suara-suara aktivisme perlawanan terhadap Zionis Israel dari seluruh dunia dapat semakin membantu Palestina. “Palestina akan merdeka. Dan mereka akan bahagia,” ujarnya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar