
Penyebab dan Pengobatan Aneurisma yang Perlu Diketahui
Aneurisma adalah kondisi medis yang terjadi ketika dinding pembuluh darah mengalami pelemahan dan membentuk tonjolan. Kondisi ini bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, termasuk otak. Pemeriksaan awal biasanya dilakukan melalui MRI atau angiografi CT untuk memastikan keberadaannya. Setelah terdeteksi, penanganan aneurisma sangat bergantung pada ukuran dan tingkat risiko pecahnya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Aneurisma kecil yang belum pecah seringkali hanya dipantau secara berkala. Namun, jika aneurisma berisiko tinggi, dokter mungkin menyarankan intervensi bedah atau pemasangan koil endovaskular. Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mencegah ruptur, yang bisa berakibat fatal.
Beberapa faktor dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya atau pecahnya aneurisma. Di antaranya adalah tekanan darah tinggi, merokok, riwayat keluarga dengan aneurisma, serta kondisi genetik tertentu seperti penyakit ginjal polikistik atau sindrom Ehlers-Danlos. Faktor-faktor ini perlu diperhatikan oleh seseorang yang memiliki risiko tinggi terkena aneurisma.
Pelebaran atau penonjolan pada pembuluh darah bisa sangat berbahaya jika sudah pecah. Saat aneurisma pecah, terjadi pendarahan di sekitar otak yang disebut pendarahan subaraknoid. Kondisi ini bisa mengancam nyawa dan memerlukan tindakan medis segera.
Menurut dr. Kunal Sood, ahli anestesi dan spesialis pengobatan nyeri intervensional, aneurisma terbentuk ketika titik lemah berkembang di pembuluh darah dan otak, lalu perlahan menggelembung keluar, mirip dengan balon yang aus. Meski sebagian besar aneurisma tidak berbahaya dan sering ditemukan secara kebetulan, bahaya sebenarnya dimulai ketika salah satunya pecah.
Risiko dan Tanda-Tanda Aneurisma
Gejala aneurisma bisa sangat bervariasi. Banyak orang yang tidak menyadari adanya aneurisma hingga kondisi tersebut pecah. Namun, beberapa tanda-tanda yang mungkin muncul antara lain sakit kepala hebat, mual, muntah, kaku leher, dan kesadaran yang berkurang. Jika seseorang mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari pertolongan medis.
Selain itu, stres juga bisa menjadi faktor pemicu pecahnya aneurisma. Hal ini terlihat dari kasus Kim Kardashian, bintang realita TV yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis menderita aneurisma otak. Dokter mengaitkan kondisinya dengan stres akibat perceraiannya yang kontroversial dengan Kanye West.
Kim Kardashian membuka diri tentang kondisinya dalam pemutaran perdana musim ke-7 The Kardashians, yang tayang pada 22 Oktober 2025. Melalui wawancara tersebut, ia berharap dapat memberikan kesadaran lebih besar tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik.
Pencegahan dan Perawatan
Untuk mencegah aneurisma, penting untuk menjaga gaya hidup sehat. Ini termasuk menghindari rokok, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Orang dengan riwayat keluarga aneurisma juga disarankan untuk lebih waspada dan memeriksa kesehatan secara berkala.
Jika aneurisma telah terdeteksi, pengobatan akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan observasi jangka panjang. Namun, jika aneurisma berisiko tinggi, tindakan medis seperti operasi atau pemasangan koil endovaskular mungkin diperlukan.
Dengan pengetahuan yang cukup dan perawatan yang tepat, banyak aneurisma bisa dikelola tanpa mengganggu kehidupan sehari-hari. Namun, penting untuk selalu waspada dan tidak mengabaikan gejala-gejala yang muncul.
Komentar
Kirim Komentar