
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Manfaat Bergerak untuk Kualitas Tidur
Semakin sering kita bergerak, semakin baik kualitas tidur yang kita peroleh. Apakah ini benar? Untuk memahami hal ini, saya mencoba melakukan beberapa aktivitas fisik seperti jalan kaki dan lari pagi. Saya rutin berlari pagi di jarak 5-10 KM dan sesekali jalan kaki di jarak 5-7 KM.
Untuk memastikan kualitas tidur, saya menggunakan smartwatch ketika tidur. Data yang diperoleh dari smartwatch kemudian saya bandingkan antara hari dimana saya tidak berlari dan berjalan sama sekali. Dari pengamatan ini, saya melihat perbedaan pada ritme tidur, terutama pada fase deep sleep. Kuantitas deep sleep saya membaik saat saya lari pagi di jarak 7-10 KM. Saya juga mengusahakan untuk tidur paling telat jam 22:30 malam.
Kualitas tidur sangat penting untuk menunjang kesehatan. Pola tidur seseorang menentukan seberapa baik tubuh dapat memperbaiki sel-sel yang rusak. Salah satu cara efektif memperbaiki kualitas tidur adalah dengan rutin bergerak, baik dengan berjalan kaki atau lari.
Tahapan Tidur dan Fungsinya
Semua ritme tidur bermanfaat untuk menunjang kinerja organ dalam tubuh. Ada 4 tahapan tidur yang masing-masing memiliki pengaruh pada perbaikan organ tubuh manusia. Pada dasarnya, fase tidur dibagi ke dalam dua bagian yaitu NREM (Non-Rapid Eye Movement) dan REM (Rapid Eye Movement).
NREM adalah tahap tidur yang lebih ringan hingga dalam, di mana tubuh memperbaiki diri, dan aktivitas otak melambat. Sementara fase kedua, REM adalah fase tidur yang lebih aktif, ditandai dengan gerakan mata cepat, mimpi yang intens, dan aktivitas otak yang meningkat, yang penting untuk memori dan fungsi kognitif.
Klasifikasi fase tidur dimulai dari REM sleep, light sleep, baru kemudian masuk ke fase deep sleep. Pola tidur setiap orang akan sangat berbeda tergantung pergerakan dan juga pola makan. Kadangkala, tidur seseorang lebih banyak di fase light sleep atau REM sleep, namun kekurangan fase deep sleep.
Pentingnya Deep Sleep
Kualitas deep sleep saat tidur menentukan kualitas kesehatan tubuh seseorang. Uniknya, kualitas deep sleep bergantung pada sejauh mana seseorang aktif bergerak. Tanpa bergerak, fase deep sleep jauh lebih sulit dijangkau tubuh ketimbang dua fase lainnya.
Dengan teknologi dari fitur smartwatch, kita bisa memahami fase tidur secara lebih baik. Jadinya, apa yang sedang benar-benar terjadi ketika mulai tidur sampai terbangun jauh lebih mudah dipahami.
Tidur bukan sekedar mengistirahatkan tubuh. Di luar dari itu, tubuh melakukan banyak hal ketika kita sedang tertidur. Proses detoksifikasi, regenerasi sel, dan juga perbaikan sistem imun berlangsung saat kita benar-benar mengistirahatkan tubuh.
Dampak Buruk Tidur yang Kurang
Jadi, manfaat dari tidur baru sepenuhnya kita dapat manakala kualitas dan kuantitas tidur tercapai sesuai kebutuhan organ tubuh. Bukankah tubuh manusia terhubung dari satu organ ke organ lainnya?
Jangan pernah mengabaikan tidur malam. Sebagian orang menghabiskan waktu untuk bergadang, sehingga tubuh kehilangan waktu memperbaiki diri. Akhirnya mereka dihinggapi penyakit parah akibat ketidakmampuan tubuh menetralisir racun-racun yang telah tertumpuk tanpa disadari.
Semakin sering seseorang begadang, maka semakin banyak tumpukan racun di dalam tubuh. Bayangkan jika setiap hari kita menumpuk sampah di dalam rumah tanpa membuangnya. Apa yang bakal terjadi?
Begitulah reaksi tubuh saat tidak diistirahatkan. Tidur memiliki manfaat tak terhingga bagi tubuh. Sering kali kita mengabaikan kebutuhan tubuh akan waktu istirahat. Lalu, organ-organ tubuh terpaksa bekerja lebih keras untuk menetralisir tumpukan racun dari makanan dan minuman yang kita makan.
Belum lagi jika tubuh jarang diajak bergerak. Efek penumpukan racun malah lebih cepat. Bukankah itu sebuah penyiksaan bagi tubuh? andai saja tubuh bisa berbicara, pasti ia sudah menjerit.
Namun, itu tentu tidak pernah terjadi! Kita yang sering kali gagal memahami bahasa tubuh. Akhirnya, tubuh terpaksa memberi peringatan di akhir waktu berupa penyakit-penyakit kronis. Ya, bahasa tubuh yang terus menerus kita abaikan akan berdampak buruk di kemudian hari.
Mungkin itu terlihat sepele karena memang jarang kita pikirkan atau sadari. Saat tubuh sedang lelah, tetap kita paksakan untuk begadang. Ketika tubuh meminta istirahat, kita tidak menghiraukan sama sekali.
Semua ada batasnya! begitu pula tubuh manusia dengan segala kelebihannya perlu diistirahatkan di malam hari. Jam tidur malam hari tidak bisa digantikan di pagi hari. Setiap organ dalam tubuh melakukan fungsi reparasi di malam hari, bukan ketika matahari sedang terbit.
Membalikkan jam tidur dari malam ke pagi adalah sebuah kesalahan fatal. Tubuh manusia akan bekerja maksimal jika kita menempatkan fungsinya dengan baik. Termasuk memberi jeda di waktu malam untuk istirahat.
Oleh karenanya, perbanyak bergerak di waktu pagi, siang, atau sore hari, lalu berilah hak tubuh untuk istirahat di malam hari. Jangan menukarnya dengan sesuatu yang malah memperburuk kinerja organ tubuh.
Kita punya pilihan untuk mengatur pola hidup sehat setiap hari. Dengan bergerak, kita telah memberi kesempatan tubuh untuk menjalankan tugasnya sesuai fungsinya. Sebaliknya, dengan malas bergerak, kita sama saja membiarkan tubuh melemah dan kehilangan fungsi terbaiknya. You use it, or you lose it!
Komentar
Kirim Komentar