Lengkap! 14 Imunisasi Dasar Anak Gratis dari Pemerintah

Lengkap! 14 Imunisasi Dasar Anak Gratis dari Pemerintah

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Lengkap! 14 Imunisasi Dasar Anak Gratis dari Pemerintah, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


JAKARTA – Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling efektif dan hemat biaya dalam mencegah penyakit menular. Dalam upaya pencegahan, imunisasi menjadi fondasi penting dari layanan kesehatan primer serta langkah strategis untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), imunisasi mampu menyelamatkan antara 3,5 hingga 5 juta jiwa setiap tahun dari penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Meski begitu, tantangan dalam pelaksanaan imunisasi masih besar. WHO mencatat bahwa pada 2023, sekitar 14,5 juta anak di dunia belum mendapatkan imunisasi. Indonesia menempati posisi keenam terbesar, dengan sekitar 1,35 juta anak yang belum menerima imunisasi dasar antara 2019 hingga 2023.

Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya partisipasi orang tua dalam imunisasi anak. Beberapa di antaranya adalah penolakan akibat kekhawatiran terhadap efek samping vaksin atau suntikan ganda, serta kurangnya pemahaman tentang jadwal dan manfaat imunisasi. Selain itu, hoaks dan informasi keliru yang beredar di masyarakat juga turut memperburuk situasi ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan 14 jenis vaksin sebagai imunisasi dasar rutin anak. Awalnya, hanya ada 11 jenis vaksin, tetapi sejak 2024, Kemenkes menambah tiga vaksin baru, yaitu:

  • HPV (Human Papillomavirus Vaccine) – mencegah kanker serviks pada anak perempuan usia 11–12 tahun.
  • PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) – mencegah pneumonia.
  • Rotavirus Vaccine (RV) – mencegah diare berat pada bayi dan balita.

Selain itu, Kemenkes juga menambahkan dosis kedua vaksin polio suntik (IPV2) agar kekebalan anak semakin optimal.

Berikut daftar lengkap 14 imunisasi dasar rutin anak:

  • BCG (tuberkulosis)
  • DPT-HB-Hib (difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan Haemophilus influenzae tipe b)
  • MR (measles rubella)
  • MMR (measles, mumps, rubella)
  • OPV (polio tetes)
  • IPV1 (polio suntik dosis pertama)
  • IPV2 (polio suntik dosis kedua)
  • TT (tetanus toksoid)
  • DT (difteri dan tetanus)
  • Td (tetanus dan difteri dosis rendah)
  • Japanese Encephalitis (JE, untuk daerah endemis)
  • HPV
  • PCV
  • Rotavirus

Jadwal Imunisasi Anak Sesuai Rekomendasi Kemenkes

  • Usia <24 jam: Hepatitis B (HB0)
  • <1 bulan: BCG, OPV1
  • 2 bulan: DPT-HB-Hib1, OPV2, PCV1, RV1
  • 3 bulan: DPT-HB-Hib2, OPV3, PCV2, RV2
  • 4 bulan: DPT-HB-Hib3, OPV4, IPV1, RV3
  • 9 bulan: Campak-Rubella, IPV2
  • 10 bulan: JE (khusus daerah endemis)
  • 12 bulan: PCV3
  • 18 bulan: Campak-Rubella 2, DPT-HB-Hib 4
  • Kelas 1 SD: Campak-Rubella, DT
  • Kelas 2 SD: Td
  • Kelas 5 SD: Td, HPV (perempuan)
  • Kelas 6 SD: HPV (perempuan)
  • Remaja, dewasa, dan lansia: COVID-19 (untuk kelompok tertentu dengan risiko tinggi)

Gratis di Posyandu dan Fasilitas Kesehatan

Seluruh vaksin ini tersedia tanpa biaya di posyandu, puskesmas, dan rumah sakit yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Orang tua cukup membawa anak sesuai jadwal imunisasi yang tercantum dalam Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Pemerintah juga rutin menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) serta program imunisasi sekolah dasar untuk memperluas cakupan layanan. Kemenkes menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen agar terbentuk kekebalan kelompok (herd immunity) yang dapat melindungi masyarakat luas dari risiko wabah.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar