Mahasiswa Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Inovasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Ibu Hamil

Mahasiswa Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Inovasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Ibu Hamil

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Mahasiswa Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Inovasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Ibu Hamil, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Mahasiswa Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Ciptakan Inovasi untuk Kesehatan dan Kebahagiaan Ibu Hamil

Inovasi Kesehatan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ibu Hamil di Desa Pabedilan Wetan

Di bawah naungan Puskesmas Pabedilan, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melakukan praktik kebidanan komunitas di Desa Pabedilan Wetan, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui beberapa inovasi unggulan yang diluncurkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Hasil Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dilaksanakan pada 20 September 2025, dengan melibatkan masyarakat, kader posyandu, perangkat desa, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Pabedilan. Hasil survei menunjukkan adanya beberapa masalah kesehatan seperti ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK), risiko diabetes gestasional, dan kasus stunting pada balita.

Selanjutnya, kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) diadakan pada 25 September 2025. Forum ini dipandu oleh Kesmas/TU Abdullah, S.KM., S.Kep., Ners, serta dihadiri oleh Kepala Desa Caslim dan Ketua TP PKK Desa Wayem. Dalam forum ini, disepakati beberapa inovasi unggulan untuk mengatasi masalah kesehatan secara partisipatif dan berkelanjutan.

Inovasi yang Dihasilkan

  1. EMAS-KEK (Edukasi Melalui Saluran WhatsApp tentang KEK)
    Program ini merupakan inovasi edukatif yang memanfaatkan saluran WhatsApp sebagai media penyuluhan gizi bagi ibu hamil berisiko KEK. Melalui platform ini, bidan dan mahasiswa menyampaikan informasi seputar gizi, pola makan sehat, serta tips pencegahan KEK secara interaktif. Inovasi ini mempermudah komunikasi dan memperkuat hubungan antara tenaga kesehatan dan ibu hamil.

  2. BUSAK MAHAR BUNDA (Buku Saku Manis Harmonis Bunda)
    Inovasi ini berupa buku saku praktis yang berfungsi sebagai panduan ibu hamil dalam mengelola asupan gula harian agar terhindar dari diabetes gestasional. Buku ini memuat tips memilih makanan sehat, batas konsumsi gula harian, serta menu sehat kehamilan. Dengan panduan ini, ibu hamil dapat tetap menjaga keseimbangan nutrisi agar kehamilan berjalan lancar dan bayi lahir sehat.

  3. PUTRI KEKINIAN (Puding Telur untuk Ibu Hamil KEK)
    Inovasi ini memperkenalkan puding telur bergizi tinggi sebagai makanan tambahan untuk ibu hamil dengan KEK. Bahan yang digunakan adalah telur, susu, agar-agar, dan madu — mudah didapat, bergizi, dan disukai karena rasanya yang lembut. Program ini dikembangkan oleh mahasiswa praktik dengan pendampingan Bidan Desa Ely Ernawati, A.Md.Keb. Kegiatan demonstrasi pembuatan puding dilaksanakan di Posyandu, di mana para ibu hamil belajar langsung cara membuat camilan sehat yang bisa meningkatkan asupan protein dan energi.

  4. KOMANDAN CERAH (Cegah Diabetes dengan Kontrol Makan dan Cek Rutin Gula Darah)
    Inovasi keempat berfokus pada pencegahan diabetes pada ibu hamil dan masyarakat umum melalui dua langkah utama yaitu:

  5. Kontrol Makan — membiasakan pola makan sehat dengan membatasi gula, garam, dan lemak berlebih, serta memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein.
  6. Cek Rutin Gula Darah — mengajak masyarakat untuk rutin melakukan pemeriksaan gula darah di Posbindu, Posyandu, atau Puskesmas.

Program ini dikemas dalam kegiatan senam cerah (Cerai Gula dan Hidup Sehat) serta edukasi visual melalui poster dan leaflet.

Implementasi dan Dampak

Implementasi dan dampak seluruh inovasi hasil MMD mulai diimplementasikan serentak pada 3 Oktober 2025 melalui kegiatan kelas ibu hamil, posyandu, posbindu, dan edukasi lintas sektor. Mahasiswa praktik (Cahyani Berliani, Ela Nurlaela, Munaeli, dan Rina Nur Fadilah) berperan sebagai fasilitator lapangan dalam edukasi gizi dan pencegahan penyakit, didampingi oleh Bidan Koordinator Hj. Maslah, S.Tr.Keb., Bd.

Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan kesehatan ibu hamil, peningkatan partisipasi dalam kegiatan posyandu, serta penurunan risiko KEK dan gejala awal diabetes gestasional.

Mahasiswa yang terjun praktik sebanyak 4 orang yaitu Cahyani Berliani, Ela Nurlaila, Munaeli dan Rina Nur Fadilah dibawah bimbingan dosen Pembimbing Helmi Diana, SST, M.Keb, berkolaborasi dengan bidan koordinator, Hj. Maslah, S.Tr.Keb, Nutritionis Fanny Defiani,AMd.Gz. Mereka mampu merealisasikan inovasi secara konsisten dan memberikan dampak positif terhadap penurunan angka ibu hamil risiko tinggi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Kesimpulan

Kegiatan praktik kebidanan komunitas ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif pada kesehatan ibu hamil. Dengan pendekatan promotif dan preventif, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga menjadi model pembelajaran yang efektif bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar