Manfaat Relaksasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran, Penjelasan Psikiater

Manfaat Relaksasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran, Penjelasan Psikiater

Kabar lapangan tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Manfaat Relaksasi untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran, Penjelasan Psikiater, para fans tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pentingnya Relaksasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tantangan, tubuh serta pikiran sering kali bekerja tanpa jeda. Padahal, memberi waktu untuk relaksasi bukan hanya membuat perasaan lebih tenang, tetapi juga penting untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Psikiater dr. Hilda Marsela, Sp.KJ menjelaskan bahwa relaksasi memiliki peran penting dalam membantu tubuh dan otak mengembalikan keseimbangan setelah terpapar stres, tekanan, atau kondisi lingkungan yang tidak menentu.

“Ketika seseorang berlatih relaksasi, misalnya dengan menarik napas dalam dan perlahan, tubuh akan merespons dengan menurunkan ketegangan fisik dan emosi,” ujarnya. “Latihan napas sederhana saja sudah bisa membuat tubuh lebih tenang dan pikiran lebih terkendali.”

Manfaat Relaksasi untuk Tubuh dan Pikiran

Relaksasi membantu mendapatkan sense of control
Menurut dr. Hilda, manfaat utama relaksasi dapat membantu mendapatkan sense of control. “Kalau misalnya kita sudah berhasil memperbaiki nafas kita, secara psikologis, kita akan berhasil mendapatkan sense of control atas diri kita. Kita akan lebih tenang,” jelas dr. Hilda.

Dokter Hilda menambahkan, latihan relaksasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui teknik pernapasan 3-3-5, yakni menarik napas selama tiga detik, menahan tiga detik, lalu menghembuskan perlahan selama lima detik. Teknik ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berfungsi menenangkan tubuh. Meski demikian, pola tersebut tidak bersifat kaku. Prinsip utamanya adalah menjaga agar durasi hembusan napas lebih lama dibandingkan tarikan napas, karena hal ini membantu tubuh merespons dengan lebih tenang.

“Yang penting ada tarik nafas, tahan, dikeluarin. Dan pas exhale itu harus lebih lama dari pada inhale. Ya, itu syarat ya,” ujar dr. Hilda.

Berdampak pada Keseimbangan Hormon dan Mood

Lebih jauh, dr. Hilda menjelaskan bahwa relaksasi juga memengaruhi keseimbangan hormon di otak. Saat tubuh berada dalam kondisi tenang, produksi hormon seperti serotonin, dopamin, dan endorfin akan meningkat. Ketiga senyawa ini dikenal berperan penting dalam menciptakan perasaan bahagia, nyaman, dan stabil secara emosional.

“Relaksasi yang rutin membantu menormalkan kembali aktivitas hormon-hormon tersebut. Ini sebabnya seseorang bisa merasa lebih tenang dan bersemangat setelah melakukan teknik pernapasan atau meditasi singkat,” ujarnya.

Mudah Dilakukan di Mana Saja

Relaksasi bukan berarti harus pergi ke spa atau melakukan meditasi berjam-jam. Dokter Hilda menekankan bahwa latihan sederhana seperti menarik napas dalam pun sudah bermanfaat. “Kuncinya adalah fokus pada momen sekarang dan mengatur napas secara perlahan. Latihan ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk saat berada di transportasi umum atau terjebak macet,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat juga termasuk bentuk relaksasi. “Kadang kita tidak menyadari, tubuh itu butuh waktu untuk tenang. Memberi ruang untuk diam dan bernapas itu penting, supaya energi tidak habis untuk hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Simak terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar