YERUSALEM, aiotrade
- Beberapa bagian Masjid Al Aqsa berisiko runtuh akibat penggalian terowongan yang dilakukan oleh Israel di sekitar kawasan Kota Tua Yerusalem.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pernyataan ini disampaikan oleh Penasihat Gubernur Yerusalem, Marouf Al-Rifai, dalam wawancara dengan kantor berita Palestina. Ia menyebutkan bahwa penggalian lama dan baru di bawah kompleks Al Aqsa terus berlangsung.
Aktivitas tersebut mencakup proyek terowongan yang menghubungkan beberapa lokasi permukiman. Menurut Al-Rifai, terowongan-terowongan itu menghubungkan kawasan yang disebut Israel sebagai "Kota David", melalui jalur yang dibangun menyerupai dinding batu.
Sebagian besar jalur tersebut awalnya merupakan saluran air kuno yang dikeringkan dan kemudian diubah menjadi terowongan, museum, serta sinagoge. Salah satu dari terowongan tersebut, yang dikenal dengan nama "Pasar Jabbana", bahkan telah diubah menjadi jalur wisata Yahudi, yang kini mengancam infrastruktur di bawah Masjid Al Aqsa.
Al-Rifai menyatakan bahwa penggalian ini berpotensi menghancurkan sejumlah situs peninggalan Palestina, termasuk rumah bersejarah dan sekolah kuno, serta memengaruhi kondisi tanah di bawah Masjid Al Aqsa. Hal itu bisa mengancam kestabilan fondasinya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penggalian terowongan tersebut tidak didasarkan pada metodologi ilmiah dan jelas melanggar status quo. Selain itu, ia menegaskan bahwa seluruh proyek penggalian itu memiliki motif politik.
Menurut Al-Rifai, pembangunan terowongan bertujuan untuk memperkuat kendali Israel atas situs-situs suci di Yerusalem. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan kota suci tersebut dan identitas Palestina di dalamnya.
Al-Rifai juga menyoroti bahwa penggalian Israel secara sengaja menargetkan bangunan keagamaan, termasuk dinding Masjid Al Aqsa dan kawasan di sekitarnya. Ia menambahkan bahwa banyak penggalian dilakukan secara rahasia atau setengah tertutup, tanpa pengawasan internasional.
Aktivitas tersebut, menurutnya, mengancam kestabilan arsitektur dan struktur bawah tanah Masjid Al Aqsa dalam upaya "membuktikan" narasi bahwa Yerusalem adalah kota Yahudi.
Beberapa poin penting terkait isu ini:
- Ancaman terhadap infrastruktur: Penggalian terowongan dapat merusak struktur bawah tanah yang sudah ada, termasuk masjid dan bangunan bersejarah.
- Tidak ada pengawasan internasional: Banyak aktivitas dilakukan tanpa pengawasan yang ketat, sehingga risiko kerusakan semakin tinggi.
- Motif politik: Proyek ini disinyalir sebagai upaya untuk memperkuat klaim Israel atas Yerusalem, bukan untuk tujuan arkeologis atau historis.
- Dampak terhadap masyarakat lokal: Kerusakan infrastruktur dapat memengaruhi kehidupan masyarakat setempat, termasuk sekolah dan tempat ibadah.
Perlu adanya tindakan lebih lanjut dari komunitas internasional untuk mengamati dan mencegah potensi kerusakan yang lebih besar. Pemantauan yang transparan dan kolaborasi antar pihak akan sangat penting dalam menjaga kelestarian situs-situs suci di wilayah tersebut.
Komentar
Kirim Komentar