
Puasa Sunnah di Bulan Rajab 1447 Hijriah
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Bulan Rajab, yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, kembali menjadi pilihan banyak umat Islam untuk memperkuat ibadah menjelang Ramadan. Secara hisab, bulan ini diperkirakan berlangsung dari tanggal 21 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026. Namun, penetapan awal bulan tetap menunggu hasil rukyatul hilal di masing-masing wilayah.
Sebagai salah satu bulan haram, bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Di dalamnya, umat Islam diajarkan untuk memperbanyak amal saleh dan kebaikan. Salah satu bentuk amal tersebut adalah puasa sunnah. Meski tidak ada kewajiban berpuasa penuh selama bulan ini, puasa sunnah Rajab bisa menjadi cara untuk meningkatkan ketaatan dan persiapan spiritual menuju bulan Ramadan.
Fleksibel, Tanpa Hari Wajib
Puasa sunnah Rajab bersifat sunnah dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang bulan sesuai kemampuan fisik dan kondisi masing-masing individu. Beberapa pola puasa yang sering diamalkan antara lain:
- Puasa sunnah mutlak, yaitu puasa yang dilakukan tanpa terikat pada hari tertentu.
- Puasa Senin-Kamis, yang dianjurkan sepanjang tahun sebagai bentuk amal kebaikan.
- Puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah. Pada Rajab 1447 H, tanggal-tanggal ini diperkirakan jatuh pada 2–4 Januari 2026.
Tata Cara Tetap Sama
Pelaksanaan puasa sunnah Rajab tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Ibadah ini dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah. Selama berpuasa, umat Islam dianjurkan menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa serta memperbanyak doa dan zikir.
Tidak ada ritual khusus atau amalan tambahan yang diwajibkan. Esensi dari puasa sunnah ini adalah melatih kedisiplinan, memperbaiki diri, dan menyiapkan mental serta spiritual menuju bulan Sya’ban dan Ramadan.
Niat puasa cukup dihadirkan dalam hati sebelum fajar. Lafal yang umum digunakan adalah:
“Nawaitu shauma sunnatin fi syahri Rajab lillahi ta’ala.”
Artinya: Saya niat puasa sunnah di bulan Rajab karena Allah Ta’ala.
Catatan Penting
Ulama menegaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang mewajibkan atau mengkhususkan keutamaan puasa Rajab secara penuh. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk mengamalkan puasa sunnah yang memiliki dalil jelas, seperti puasa Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh, tanpa keyakinan adanya kewajiban tertentu.
Kesimpulan
Puasa sunnah Rajab 1447 H dapat dilakukan sepanjang bulan—dari akhir Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026—sebagai momentum memperbanyak ketaatan dan memantapkan persiapan menuju Ramadan. Dengan cara-cara yang fleksibel dan sederhana, puasa ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Komentar
Kirim Komentar