
Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara di Kecamatan Cijulang
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di wilayah Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, harus sementara dihentikan. Program ini merupakan salah satu inisiatif pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah, khususnya di daerah dengan tingkat kerentanan gizi yang tinggi.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kendala utama yang menyebabkan penghentian sementara program ini adalah keterlambatan pencairan dana operasional. Dana tersebut diperlukan untuk menjalankan dapur makan yang menjadi bagian dari MBG. Sejauh ini, belum ada informasi pasti mengenai kapan anggaran tersebut akan turun dari pemerintah pusat.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMK Negeri 1 Cijulang. Joni Hasan, seorang guru di sekolah tersebut, mengonfirmasi bahwa mulai hari ini, pihak sekolah tidak lagi menerima suplai makan bergizi gratis seperti biasanya.
"Per hari ini kami tidak menerima makan bergizi gratis dari pemerintah," ujar Joni melalui WhatsApp pada Senin (20/10/2025) siang.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan program MBG akan kembali berjalan. Menurut Joni, waktu penyaluran kembali makan bergizi gratis masih bersifat tidak tentu.
Namun, Virgin Cristina, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Pangandaran, memastikan bahwa layanan MBG di sebagian besar wilayah Pangandaran masih berjalan normal. Hanya wilayah Kecamatan Cijulang yang mengalami gangguan.
"Hanya Cijulang saja (yang terhenti), dan InsyaAllah Rabu juga kembali operasional," ucap Virgin.
Dampak Penghentian Program MBG
Penghentian sementara program MBG memiliki dampak signifikan terhadap siswa di Kecamatan Cijulang. Banyak siswa yang sebelumnya bergantung pada makanan bergizi gratis yang disediakan oleh pemerintah. Tanpa program ini, mereka mungkin mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Selain itu, penghentian program ini juga berdampak pada para guru dan staf sekolah. Mereka harus mencari alternatif lain untuk memastikan siswa tetap mendapatkan makanan yang cukup dan bernutrisi.
Tindakan yang Dilakukan
Meski program MBG sedang dihentikan, pihak sekolah dan komunitas setempat berusaha mencari solusi. Beberapa guru dan orang tua siswa berinisiatif untuk membantu menyiapkan makanan tambahan bagi siswa. Namun, ini hanya bisa menjadi solusi sementara karena tidak semua keluarga mampu menyediakan makanan bergizi secara rutin.
Pihak sekolah juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pencairan dana operasional. Mereka berharap agar program MBG dapat kembali berjalan secepat mungkin agar kebutuhan siswa tetap terpenuhi.
Harapan untuk Kembali Berjalan
Virgin Cristina menyampaikan harapan agar program MBG kembali berjalan dalam waktu dekat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memastikan semua proses administratif berjalan lancar.
"Kami berharap masalah ini segera terselesaikan dan program MBG bisa kembali berjalan seperti sedia kala," katanya.
Dengan kembalinya program MBG, diharapkan anak-anak di Kecamatan Cijulang dapat kembali mendapatkan makanan bergizi yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Komentar
Kirim Komentar