
Peran Perguruan Tinggi dalam Program Tiga Juta Rumah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi pusat intelektual dengan kemampuan riset, daya kritis, dan pengaruh sosial yang kuat di masyarakat.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pernyataan ini disampaikan Mendagri saat menghadiri acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan di Universitas HKBP Nommensen (UHN), Kota Medan, Sumatera Utara. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Rektor UHN Richard Napitupulu, civitas akademika, serta pihak perbankan dan pengembang.
Menurut Mendagri, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mensosialisasikan kebijakan pemerintah, termasuk program perumahan rakyat. “Universitas, baik dosen maupun mahasiswanya, dianggap intelektual dan berpengaruh kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, dosen dan mahasiswa sendiri termasuk bagian dari masyarakat yang membutuhkan akses perumahan layak. “Dosennya yang mungkin ada yang tidak punya rumah, mahasiswa juga mungkin ada yang belum memiliki rumah, atau kurang mampu,” tambah Mendagri.
Program Tiga Juta Rumah merupakan bagian dari kebijakan ekonomi kerakyatan Presiden Prabowo Subianto, yang berpijak pada prinsip ekonomi Pancasila. Dalam sistem ini, peran negara diperkuat untuk melindungi kepentingan rakyat kecil tanpa mematikan sektor usaha besar.
“Dalam pemerintahan Pak Prabowo, beliau kembali kepada Pasal 33 ayat 3 UUD 1945, di mana bumi, air, dan kekayaan di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat,” jelas Mendagri.
Program ini menargetkan 9,9 juta rakyat yang belum memiliki rumah, melalui intervensi pemerintah berupa kebijakan, anggaran, dan kemudahan perizinan.
Kendala dalam Implementasi Program
Mendagri menyoroti rendahnya jumlah daerah di Sumatera Utara yang telah menerbitkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). Dari 33 kabupaten/kota, baru enam yang memiliki MPP, sehingga birokrasi yang berbelit dapat menghambat pembangunan rumah bagi MBR.
Pemerintah telah memberikan kemudahan, seperti pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi PBG untuk MBR. Namun, tanpa dukungan pemda dan percepatan perizinan melalui MPP, kebijakan tersebut tidak akan optimal.
Peran Civitas Akademika
Mendagri mengajak civitas akademika untuk berperan aktif mengawasi kinerja pemerintah daerah. “Tugas mahasiswa, awasi kepala daerahnya, supaya PBG gampang, developer mudah, bank cepat, dan semua bisa diselesaikan di satu ruangan,” tandasnya.
Menurut Mendagri, keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya membantu sosialisasi, tetapi juga mempercepat pembangunan rumah rakyat melalui pengawasan dan inovasi kebijakan.
Strategi Peningkatan Partisipasi
Untuk mencapai target Program Tiga Juta Rumah, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarkan informasi tentang program ini dan memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan perguruan tinggi antara lain: * Melakukan penelitian dan studi kasus terkait kebutuhan perumahan rakyat. * Mengadakan seminar dan diskusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. * Memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mahasiswa dan dosen dalam penerapan kebijakan perumahan.
Kesiapan Daerah
Kesiapan daerah dalam menerapkan kebijakan perumahan juga menjadi faktor penting. Pemda harus lebih proaktif dalam memberikan izin dan mempermudah proses administrasi agar program ini dapat berjalan efektif dan efisien.
Dengan partisipasi aktif dari perguruan tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Program Tiga Juta Rumah dapat mencapai tujuannya dan memberikan akses perumahan layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar