
Mengapa Pembekuan Darah Bisa Terjadi di Pembuluh Darah?
Pembekuan darah atau koagulasi adalah proses alami yang membantu menghentikan pendarahan ketika pembuluh darah terluka. Ketika terjadi kerusakan pada dinding pembuluh darah, trombosit dan protein dalam plasma (bagian cair darah) akan bekerja sama untuk membentuk gumpalan darah. Biasanya, tubuh akan memecah gumpalan tersebut dan mengeluarkannya secara alami. Namun, dalam beberapa kasus, gumpalan darah bisa terbentuk di dalam pembuluh darah dan tidak hilang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pembekuan darah bisa terjadi baik di arteri maupun vena. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi risiko terjadinya kondisi ini, salah satunya adalah cedera pada pembuluh darah. Berikut adalah penyebab utama pembekuan darah:
Penyebab Utama Pembekuan Darah
1. Cedera pada Lapisan Dalam Pembuluh Darah
Kerusakan pada lapisan pembuluh darah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pemasangan kateter, trauma, atau operasi. Ketika terjadi cedera, tubuh mungkin membentuk gumpalan darah sebagai respons alami. Gumpalan darah yang terbentuk akibat cedera bisa muncul secara superfisial (di bawah kulit) atau jauh di dalam pembuluh darah.
Baik bentuk superfisial maupun dalam, keduanya bisa menyebabkan nyeri, kemerahan, dan nyeri tekan di area sekitar pembuluh darah yang cedera. Risiko pembekuan darah akibat trauma bisa bervariasi tergantung tingkat keparahan dan jenis trauma yang dialami. Untuk mencegahnya, seseorang bisa menggunakan strategi seperti mengenakan kaus kaki kompresi, melatih kaki, atau mengonsumsi obat pengencer darah jika direkomendasikan.
2. Pembentukan Gumpalan Darah Abnormal
Jika darah lebih mudah menggumpal dari biasanya, hal ini bisa disebabkan oleh kondisi genetik atau faktor yang berkembang seiring waktu. Beberapa kondisi medis, seperti penggunaan pil KB, terapi penggantian hormon, merokok, kehamilan, operasi, cedera, infeksi, atau peradangan, bisa meningkatkan risiko pembekuan darah.
Selain itu, kondisi kesehatan jangka panjang seperti obesitas, artritis, atau kolitis ulseratif juga dapat memengaruhi proses pembekuan darah. Kondisi ini biasanya disebut sebagai faktor risiko yang didapat, bukan turunan.
3. Aliran Darah yang Lambat
Aliran darah yang melambat atau berhenti bisa memicu pembentukan gumpalan darah. Secara medis, kondisi ini disebut dengan "stasis". Stasis bisa terjadi baik di arteri maupun vena. Faktor-faktor seperti duduk terlalu lama, kehamilan, atau riwayat pembekuan darah sebelumnya bisa memperlambat aliran darah dan meningkatkan risiko pembekuan.
Apakah Pembekuan Darah Bersifat Turunan?
Pembekuan darah yang disebabkan oleh kondisi keturunan lebih jarang terjadi dibandingkan yang disebabkan oleh faktor lingkungan. Kondisi ini biasanya berasal dari mutasi genetik pada DNA. Mutasi gen ini bisa memengaruhi cara tubuh membentuk dan memecah gumpalan darah.
Contoh kondisi genetik yang bisa menyebabkan pembekuan darah termasuk kekurangan protein yang membantu proses pembekuan darah, seperti antitrombin III, protein C, dan protein S. Seseorang mungkin memiliki masalah pembekuan darah yang diturunkan jika:
- Memiliki riwayat keluarga dengan gumpalan darah
- Mengalami beberapa gumpalan darah sebelum usia 40 tahun
- Memiliki riwayat pribadi keguguran selama kehamilan
Komentar
Kirim Komentar