Pengertian Hemoglobin dan Fungsi Pentingnya dalam Tubuh
Hemoglobin (Hb) adalah protein penting yang terdapat dalam sel darah merah dan berfungsi utama untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh, serta membawa karbon dioksida kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan. Hemoglobin memberikan warna merah pada darah karena mengandung unsur besi (Fe) yang berperan dalam proses pengikatan oksigen.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Struktur hemoglobin terdiri dari empat rantai protein (globin) dan empat gugus heme yang masing-masing mengandung satu atom besi. Setiap atom besi mampu mengikat satu molekul oksigen, sehingga satu molekul hemoglobin dapat membawa hingga empat molekul oksigen sekaligus. Kadar hemoglobin yang normal bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan usia:
- Pria: sekitar 13–17 g/dL
- Wanita: sekitar 12–15 g/dL
- Anak-anak: sekitar 11–13 g/dL
Kadar Hb yang rendah menandakan adanya anemia, yaitu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau tidak mampu membawa cukup oksigen ke jaringan. Sebaliknya, kadar Hb yang tinggi bisa menandakan dehidrasi atau gangguan tertentu seperti polisitemia.
Secara keseluruhan, hemoglobin berperan penting dalam menjaga keseimbangan oksigen tubuh, mendukung metabolisme, serta memelihara kesehatan organ vital. Pemeriksaan kadar Hb biasanya dilakukan melalui tes darah sederhana dan menjadi indikator penting dalam menilai status kesehatan seseorang.
Penyebab Turunnya Kadar Hemoglobin

Hemoglobin (Hb) seseorang bisa turun karena berbagai penyebab, baik yang ringan maupun yang serius. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Kekurangan zat pembentuk Hb
Hemoglobin dibuat dari zat besi, protein, dan vitamin tertentu. Jika kekurangan zat ini, produksi Hb terganggu. Penyebab umum: - Kekurangan zat besi: paling sering, disebut anemia defisiensi besi.
- Kekurangan vitamin B12 atau asam folat: menyebabkan anemia megaloblastik.
-
Kurang asupan protein dari makanan.
-
Kehilangan darah
Hb turun karena darah keluar dari tubuh. Contohnya: - Menstruasi berat dan berkepanjangan.
- Pendarahan saluran cerna (misalnya tukak lambung, wasir, atau kanker usus).
- Cedera atau operasi besar.
-
Donor darah terlalu sering.
-
Gangguan pada sumsum tulang
Sumsum tulang adalah tempat pembentukan sel darah merah. Jika terganggu, produksi Hb menurun. Penyebab: - Penyakit sumsum tulang seperti leukemia atau anemia aplastik.
- Efek kemoterapi atau radioterapi.
-
Infeksi virus tertentu (misalnya parvovirus B19).
-
Penyakit kronis dan infeksi
Beberapa penyakit jangka panjang membuat tubuh sulit memproduksi atau mempertahankan Hb normal. Contohnya: - Penyakit ginjal kronis (karena hormon eritropoietin berkurang).
- Penyakit hati.
-
Infeksi kronis atau peradangan jangka panjang.
-
Penghancuran sel darah merah berlebihan (hemolisis)
Hb bisa turun bila sel darah merah cepat rusak sebelum waktunya. Penyebab: - Penyakit autoimun.
- Kelainan genetik (misalnya talasemia atau anemia sel sabit).
-
Efek samping obat atau racun tertentu.
-
Faktor lain
- Kehamilan (karena volume darah meningkat).
- Kekurangan oksigen jangka panjang (misalnya di daerah tinggi).
- Gaya hidup buruk: kurang tidur, stres, pola makan tidak seimbang.
Komentar
Kirim Komentar