
Taman Sriwedari: Destinasi Keluarga yang Menyatu dengan Budaya dan Alam
Taman Sriwedari di Solo menjadi salah satu destinasi yang sangat cocok untuk keluarga. Tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, taman ini juga menyajikan pengalangan edukasi, warisan sejarah, dan pertunjukan seni yang menarik. Anak-anak bisa bermain dan berinteraksi dengan rusa, sementara orang tua dapat menikmati suasana khas Kota Bengawan yang penuh nostalgia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Liburan akhir tahun sering kali menjadi momen penting untuk mempererat kehangatan keluarga. Jika Anda merencanakan perjalanan ke Jawa Tengah, Taman Sriwedari bisa menjadi pilihan yang tepat. Tempat ini tidak hanya menyediakan ruang untuk bermain, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Jejak Sejarah yang Terjaga
Mengenal Taman Sriwedari berarti melihat kembali masa kejayaan masa lalu. Kawasan ini dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono X dan resmi dibuka pada 1 Januari 1902. Awalnya, lahan ini merupakan taman pribadi dan tempat peristirahatan bagi keluarga Keraton Surakarta. Seiring waktu, taman ini bertransformasi menjadi ruang publik yang ramah dan inklusif.
Salah satu bagian yang masih bertahan hingga saat ini adalah Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari. Bangunan ini menjadi pusat pelestarian seni tradisional Jawa dan simbol identitas Kota Solo.
Deretan Daya Tarik yang Tak Boleh Dilewatkan
1. Santai di Tengah Kesibukan Kota
Suasana teduh dengan pepohonan rindang membuat Taman Sriwedari menjadi lokasi favorit warga lokal maupun turis untuk bersantai. Meski area danau sedang dalam tahap revitalisasi, lapangan luas di tengah kawasan tetap menjadi titik kumpul yang nyaman, terutama saat pagi atau sore hari.
2. Interaksi dengan Rusa
Daya tarik utama bagi anak-anak adalah kesempatan melihat dan memberi makan rusa secara langsung. Hanya dengan membayar Rp 10.000 untuk pakan, anak-anak bisa belajar berinteraksi dengan hewan jinak ini. Momen ini sering kali menjadi objek foto favorit para pengunjung karena kedekatan alami yang tercipta.
3. Pertunjukan Wayang Orang
Pertunjukan Wayang Orang adalah ikon budaya yang wajib dikunjungi. Pementasan digelar setiap Senin hingga Sabtu. Lakon klasik Jawa yang berganti setiap harinya membuat setiap kunjungan terasa baru. Loket pertunjukan mulai dibuka pada pukul 18.30 WIB untuk melayani pengunjung yang ingin mendapatkan tempat terbaik. Pentas dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan durasi sekitar dua jam yang penuh kekaguman.
4. Kuliner dan Kios Buku
Setelah lelah berkeliling, area belakang taman menawarkan wisata kuliner dengan harga yang sangat ramah di kantong, mulai dari Rp 10.000. Tak jauh dari sana, para pencinta buku akan dimanjakan dengan deretan kios buku yang menjual koleksi lengkap, mulai dari komik hingga buku pelajaran langka.
5. Museum Radya Pustaka
Masih di kawasan yang sama, Anda bisa mengunjungi Museum Radya Pustaka. Museum tertua di Indonesia ini menyimpan berbagai arca, pusaka, hingga sekitar 400 naskah kuno yang beberapa di antaranya telah ditulis sejak tahun 1729 pada era Pakubuwono I.
Panduan Biaya dan Aturan Berkunjung
Berwisata ke Taman Sriwedari sangat ekonomis. Masuk ke kawasan taman tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung hanya perlu membayar parkir sebesar Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
Berikut rincian biaya tiket aktivitas di dalamnya: * Tiket Wayang Orang: Rp 20.000 (Domestik) / Rp 50.000 (Mancanegara). * Museum Radya Pustaka: Rp 10.000 (Umum) / Rp 7.500 (Pelajar).
Lokasi dan Akses Transportasi
Taman Sriwedari terletak di lokasi strategis, tepatnya di Jalan Slamet Riyadi No.275, Laweyan, Solo. Taman ini bisa diakses 24 jam, meski gerbang utama akan ditutup pukul 20.00 WIB (pengunjung masih bisa keluar-masuk melalui pintu belakang).
Menuju Lokasi dengan Transportasi Umum: Anda bisa menggunakan Batik Solo Trans (BST) Koridor 1 (rute Bandara Adi Soemarmo - Palur PP). Silakan turun di Halte Sriwedari, lalu cukup berjalan kaki sekitar 50 meter untuk mencapai pintu masuk utama.
Komentar
Kirim Komentar