Mengenal Malaria: Penyakit dari Gigitan Nyamuk dengan Gejala Demam dan Menggigil

Mengenal Malaria: Penyakit dari Gigitan Nyamuk dengan Gejala Demam dan Menggigil

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Mengenal Malaria: Penyakit dari Gigitan Nyamuk dengan Gejala Demam dan Menggigil, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penyebab dan Penyebaran Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Plasmodium, yang biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Penyakit ini cukup mudah menyebar di banyak wilayah seperti Amerika Selatan, Afrika, dan sebagian Asia, termasuk Indonesia. Meski kasus malaria di Indonesia terus menunjukkan penurunan setiap tahunnya, penyakit ini masih cukup banyak ditemukan di sejumlah provinsi kawasan timur, seperti Papua dan Papua Barat. Sementara itu, wilayah seperti Jakarta dan Bali telah dikategorikan sebagai daerah bebas malaria.

Jenis Parasit yang Paling Berbahaya

Dari sekian banyak jenis parasit penyebab malaria, P. falciparum merupakan jenis yang paling berbahaya karena dapat menimbulkan infeksi berat dan berpotensi fatal. Malaria sendiri merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, karena dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian jika tidak segera ditangani.

Gejala Malaria yang Perlu Diperhatikan

Parasit yang masuk ke tubuh pertama-tama akan berkembang biak di hati sebelum akhirnya menyerang sel darah merah. Tanda dan gejala malaria biasanya muncul setelah 10–15 hari sejak gigitan terjadi. Keluhan tersebut muncul secara bertahap dalam tiga fase selama 6–12 jam, yaitu dimulai dengan menggigil, kemudian demam disertai sakit kepala. Gejala ini biasanya diakhiri dengan keringat berlebih serta tubuh menjadi lemas sebelum suhu kembali normal.

Pengobatan untuk Penderita Malaria

Malaria perlu ditangani secepat mungkin untuk mencegah terjadinya komplikasi serius. Pengobatan biasanya menggunakan obat antimalaria, yang pemilihannya disesuaikan dengan jenis parasit penyebab, tingkat keparahan penyakit, serta riwayat daerah tempat tinggal atau perjalanan pasien. Walaupun hingga kini belum tersedia vaksin khusus untuk mencegah malaria, dokter dapat memberikan obat antimalaria. Obat yang umumnya digunakan adalah klorokuin fosfat. Namun, terdapat juga parasit yang resisten terhadap klorokuin, sehingga obat ini mungkin tidak lagi efektif digunakan.

Cara Pencegahan yang Efektif

Jika kamu berhasil sembuh atau sedang tinggal di tempat yang terserang penyakit malaria, sebaiknya lakukan beberapa cara ini agar terhindar dari penularan tersebut. Nyamuk penyebab malaria biasanya aktif pada waktu senja dan fajar, sehingga perlindungan diri sangat penting untuk mencegah gigitan.

Beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengenakan pakaian tertutup ketika tidur, seperti celana panjang dan baju berlengan panjang.
  • Oleskan lotion anti-nyamuk pada kulit ketika berada di tempat yang rawan gigitan nyamuk.
  • Jika diperlukan, gunakan kelambu pada tempat tidur untuk mencegah gigitan nyamuk secara efektif.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar