Menteri Agama Nasaruddin Wakili RI Hadiri Pembukaan Forum Perdamaian Dunia di Roma

Menteri Agama Nasaruddin Wakili RI Hadiri Pembukaan Forum Perdamaian Dunia di Roma

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Menteri Agama Nasaruddin Wakili RI Hadiri Pembukaan Forum Perdamaian Dunia di Roma, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Peran Indonesia dalam Forum Perdamaian Global

Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, hadir dalam pembukaan Pertemuan Internasional untuk Perdamaian (International Meeting for Peace) yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio di Auditorium Parco della Musica, Roma. Acara ini berlangsung pada hari Minggu (26/10) waktu setempat. Dalam acara tersebut, Menag Nasaruddin duduk berdampingan dengan Presiden Italia Sergio Mattarella dan Ratu Belgia Mathilde serta sejumlah pemimpin dunia lainnya.

Kehadiran Menag Nasaruddin dalam forum internasional ini menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia yang aktif berkontribusi dalam dialog lintas iman dan perdamaian global. Forum tahun ini mengusung tema “Daring Peace” atau “Berani Mewujudkan Perdamaian,” dan mempertemukan para pemimpin dunia, akademisi, serta tokoh kemanusiaan dari berbagai negara.

International Meeting for Peace adalah salah satu forum global paling bergengsi, yang dihadiri oleh lebih dari 10.000 peserta dari seluruh dunia. Tujuan utamanya adalah untuk menyerukan perdamaian dan kesejahteraan. Beberapa tokoh penting hadir sebagai pembicara dalam pembukaan, antara lain:

  • Presiden Republik Italia Sergio Mattarella
  • Ratu Belgia Her Majesty Mathilde
  • Kardinal, Sekretaris Negara Takhta Suci, Vatikan Pietro Parolin
  • Grand Syeikh Al-Azhar, Mesir Ahmed Al-Tayyeb
  • Penyintas bom atom Hiroshima (Hibakusha) Kondo Koko
  • Presiden Conference of European Rabbis Pinchas Goldschmidt
  • Sosiolog, Universitas California Berkeley, Spanyol Manuel Castells

Menag Nasaruddin akan berbicara dalam forum bertema “Remembering Pope Francis” (Mengenang Paus Fransiskus) pada Senin (27/10) sore waktu Roma. Dalam kesempatan tersebut, ia akan menyampaikan warisan nilai kemanusiaan Paus Fransiskus yang tetap relevan dalam memperkuat dialog lintas iman serta solidaritas global.

Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Menag Nasaruddin memiliki hubungan dekat dengan sosok Paus Fransiskus. Pada September 2024, Indonesia dan Masjid Istiqlal mendapat kehormatan menjadi salah satu tujuan kunjungan terakhir mendiang Paus sebelum wafat. Keduanya menandatangani Deklarasi Istiqlal, komitmen bersama untuk mengadvokasi kemanusiaan, memperkuat dialog antaragama, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Menag Nasaruddin menilai pesan kemanusiaan Paus sejalan dengan filosofi Bhinneka Tunggal Ika, bahwa keberagaman adalah kekuatan pemersatu umat manusia. Di Indonesia, semangat toleransi itu diwujudkan secara nyata melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta.

International Meeting for Peace akan ditutup dengan Upacara Perdamaian (Peace Ceremony) di Koloseum Roma yang dihadiri langsung oleh Sri Paus Leo XIV. Sebagai tokoh agama yang kerap mengedepankan dialog dan empati lintas iman, Nasaruddin membawa pesan bahwa perdamaian sejati hanya dapat lahir dari keterbukaan, penghormatan, dan kemanusiaan universal.

Melalui partisipasinya di forum Sant’Egidio, Indonesia kembali menempatkan diri di barisan terdepan upaya global untuk membangun peradaban dunia yang damai, berkeadaban, dan berlandaskan spiritualitas kemanusiaan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar