
Tepuk Sakinah, Program Kemenag untuk Memperkuat Keluarga Sakinah
Pendidikan dan keluarga menjadi dua aspek penting dalam masyarakat. Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, Kementerian Agama (Kemenag) berupaya memberikan solusi melalui berbagai program yang bertujuan memperkuat ikatan rumah tangga. Salah satu inisiatif terbaru yang mendapat perhatian adalah Tepuk Sakinah, sebuah prosedur yang kini menjadi tren di media sosial.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pihaknya terbuka terhadap setiap inovasi yang bersifat positif. Ia menegaskan bahwa Kemenag akan terus mengembangkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk Tepuk Sakinah. Menurutnya, hal-hal yang tidak baik akan segera diperbaiki atau dihilangkan.
"Ya, segala hal yang positif akan kita kembangkan. Yang negatif itu kita akan hilangkan," ujar Nasaruddin saat diwawancara di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Ia juga menyampaikan bahwa Kemenag akan terus menciptakan inisiatif-inisiatif baru untuk membantu kemaslahatan rumah tangga.
Selain Tepuk Sakinah, Kemenag juga menjalankan program Nikah Massal yang mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini dirasa efektif dalam mempermudah proses pernikahan serta memberikan edukasi awal kepada calon pengantin. Nasaruddin menambahkan bahwa ada banyak kejutan lain yang akan dihadirkan oleh Kemenag untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
Tepuk Sakinah: Mengenal Lima Pilar Keluarga Sakinah
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan harapan agar Tepuk Sakinah dapat membantu menekan angka perceraian. Menurutnya, program ini bisa menjadi alat pendidikan untuk membangun pemahaman yang utuh tentang bagaimana membangun keluarga sakinah.
"Artinya kan bahwa keluarga itu memiliki pemahaman yang utuh terkait dengan bagaimana membangun keluarga sakinah itu dengan menghafalkan pilar itu," kata Thobib di Antara Heritage, Jakarta Pusat, Kamis (25/9/2025).
Tepuk Sakinah sendiri viral di media sosial karena metode penyampaiannya yang mudah dan efektif. Program ini mengandung lima pilar yang menjadi dasar dalam menghadapi permasalahan rumah tangga. Berikut adalah daftar pilar tersebut:
-
Zawaj (Berpasangan)
Pilar pertama menekankan pentingnya hubungan antara pasangan suami istri sebagai fondasi awal dari sebuah keluarga. -
Mitsaqan Ghalizan (Janji Kokoh)
Pilar ini mengingatkan pasangan untuk menjaga janji-janji yang telah mereka sepakati dalam pernikahan. -
Mu'asyarah Bil Ma'ruf (Saling Cinta, Hormat, Menjaga, dan Berbuat Baik)
Pilar ini menekankan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga hubungan dengan cara yang baik. -
Musyawarah
Musyawarah menjadi salah satu cara untuk menyelesaikan konflik dalam keluarga secara damai dan dengan kesepakatan bersama. -
Taradhin (Saling Ridho)
Terakhir, pilar ini menekankan pentingnya saling ridho dan menerima satu sama lain dalam kehidupan rumah tangga.
Dengan mengenang lima pilar tersebut, pasangan suami istri diharapkan dapat kembali mengingat komitmen awal pernikahan mereka. Dengan demikian, Tepuk Sakinah bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kekeluargaan.
Komentar
Kirim Komentar