
Jakarta — Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menunjukkan keyakinan yang tinggi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2025 dapat mencapai angka enam persen. Keyakinan ini didasarkan pada berbagai stimulus yang telah diberikan pemerintah untuk mendorong perekonomian nasional.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Kita memperkirakan terjadi perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi di kuartal IV ini. Angka enam persen tidak terlalu sulit untuk dicapai,” ujar Purbaya saat hadir secara virtual dalam acara Media Gathering APBN 2026 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/10/2025).
Menurut Purbaya, pemerintah telah memberikan sejumlah stimulus untuk mendorong sektor riil. Salah satunya adalah penempatan dana sebesar Rp 200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil positif, terlihat dari meningkatnya uang kartal yang beredar dan pertumbuhan kredit perbankan yang kini mencapai dua digit.
“Di akhir September, base money-nya tumbuh, saya anggap bisa mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 13 persen—sudah double digit. Lalu pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga naik, dari sekitar delapan persen menjadi sebelas persen. Saya harap bisa tumbuh lebih kencang lagi,” jelasnya.
Selain itu, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat penyerapan anggaran belanja kementerian/lembaga (K/L) pada kuartal terakhir tahun ini. Paket stimulus ekonomi 8+4+5 dengan anggaran Rp 16,23 triliun, serta penyiapan paket stimulus baru di kuartal IV 2025, diharapkan turut menjadi pendorong pertumbuhan.
Ia juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 akan melampaui ekspektasi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF), Febrio Nathan Kacaribu, yang sebelumnya memproyeksikan angka pertumbuhan sebesar 5,5 persen.
“Ini sinyal awal pembalikan pertumbuhan ekonomi—langkah pertama kita memasuki era pertumbuhan yang lebih cepat. Saya rasa akan lebih cepat karena saya pastikan uang di sistem akan terus ada. Kita juga debottleneck hambatan-hambatan yang ada. Tahun 2026 akan lebih cerah dari 2025,” ucap Purbaya.
Sebelumnya, pada Kamis (9/10/2025), Febrio menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus tambahan untuk kuartal IV 2025 guna menjaga daya beli masyarakat.
“Kita sudah dapat arahan dari Pak Presiden. Saat ini sedang finalisasi, akan ada insentif, khususnya bantuan bagi masyarakat miskin dan rentan untuk memperbaiki daya beli. Dampaknya diharapkan terasa di kuartal IV ini,” kata Febrio dalam acara Media Gathering ‘Kupas Tuntas APBN 2026’ di Jakarta.
Febrio menambahkan bahwa paket stimulus tersebut akan rampung dalam satu hingga dua pekan ke depan agar segera bisa diimplementasikan, mengingat sudah memasuki kuartal IV.
Mengenai bentuk stimulusnya, apakah berupa bantuan subsidi upah (BSU), bantuan langsung tunai (BLT), atau skema lain, Febrio belum bisa memastikan. Namun, ia menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan penyaluran bantuan.
“Kita akan pastikan bantuan itu benar-benar sampai dengan cepat, bukan hanya tepat sasaran, tetapi juga tepat waktu. Jangan sampai stimulus dibuat sekarang, tapi baru sampai tahun depan,” ujarnya.
Dengan berbagai stimulus tersebut—termasuk penempatan dana simpanan Rp 200 triliun di Bank Indonesia (BI) untuk mendukung likuiditas perbankan—pemerintah yakin pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dapat mencapai sekitar 5,5 persen atau bahkan lebih tinggi.
Komentar
Kirim Komentar