
Pendekatan Kreatif dalam Bimbingan Perkawinan di KUA Pancoran Mas
Di tengah berbagai metode yang digunakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan bimbingan kepada calon pengantin, KUA Pancoran Mas, Kota Depok, memiliki pendekatan unik dan kreatif. Berbeda dengan metode u201cTepuk Sakinahu201d yang sempat viral di media sosial, KUA ini memilih menggelar seminar kecil yang interaktif sebagai cara menyampaikan materi bimbingan perkawinan (Bimwin).
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Kepala KUA Pancoran Mas, Syamsudin Nur, metode ini merupakan bagian dari upaya KUA untuk menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Ia menjelaskan bahwa seminar kecil ini dilengkapi dengan pemaparan materi singkat yang kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab.
u201cDalam sesi ini, calon pengantin diberi kesempatan untuk bertanya tentang masalah-masalah yang pernah mereka alami dalam hubungan,u201d ujar Syamsudin saat ditemui.
Pilar Keluarga Sakinah sebagai Inti Bimbingan
Meskipun setiap KUA memiliki metode yang berbeda-beda, inti dari bimbingan tetap sama, yaitu menyampaikan pilar-pilar keluarga sakinah. Hal ini merujuk pada buku Fondasi Keluarga Sakinah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama pada 2017. Tepuk Sakinah, yang menjadi salah satu metode populer, merupakan bagian dari kurikulum tersebut.
Syamsudin menegaskan bahwa tujuan utama dari bimbingan ini adalah membantu pasangan menumbuhkan keharmonisan dalam rumah tangga. Ia menyebutkan bahwa konsep sakinah mawadah warohnah menjadi target utama.
u201cJika menuju sakinah mawadah warohmah, itu tentu ditopang dengan kedewasaannya, keilmuannya, dan itu yang perlu dikasih tahu buat mereka,u201d tambahnya.
Penurunan Angka Pernikahan dan Upaya Menjaga Harmoni
Di wilayah Pancoran Mas, angka pernikahan pada tahun 2024 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat sebanyak 1.038 pasangan menikah pada 2024, sedangkan pada 2023 jumlahnya mencapai 1.166 pasangan. Menurut Syamsudin, penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan batas minimal usia pernikahan dari 16 tahun menjadi 19 tahun.
Namun, meski jumlah pernikahan menurun, KUA tetap berupaya menjaga agar setiap pernikahan tetap harmonis. Dengan bimbingan yang diberikan, diharapkan pasangan suami istri dapat membangun rumah tangga yang kuat dan penuh kasih.
Lima Pilar Keluarga Sakinah
Metode Tepuk Sakinah menjadi viral karena dinilai efektif dalam menyampaikan materi pranikah. Metode ini terdiri dari lima pilar utama yang menjadi dasar menghadapi masalah rumah tangga, antara lain:
- Zawaj u2013 Berpasangan
- Mitsaqan Ghalizan u2013 Janji kokoh
- Mu'asyarah Bil Ma'ruf u2013 Saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik
- Musyawarah u2013 Komunikasi dan musyawarah dalam rumah tangga
- Taradhin u2013 Saling ridho
Dengan memahami kelima pilar ini, pasangan diharapkan bisa mengingat komitmen awal pernikahan dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Melalui bimbingan seperti ini, KUA Pancoran Mas tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga memberi bekal penting bagi calon pengantin untuk menghadapi tantangan hidup bersama.
Komentar
Kirim Komentar