Minyak Goreng Tidak Layak, BPOM: Waspadai Bahaya bagi Tubuh

Minyak Goreng Tidak Layak, BPOM: Waspadai Bahaya bagi Tubuh

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Minyak Goreng Tidak Layak, BPOM: Waspadai Bahaya bagi Tubuh, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.
Minyak Goreng Tidak Layak, BPOM: Waspadai Bahaya bagi Tubuh

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bahaya Menggunakan Minyak Goreng yang Sudah Digunakan Berulang Kali

Penggunaan minyak goreng berulang kali sering dianggap hal biasa baik di dapur rumah tangga maupun usaha kuliner. Namun, kebiasaan ini justru dapat memicu berbagai penyakit berbahaya. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), minyak goreng yang sudah digunakan berkali-kali bisa mengalami perubahan fisik dan kimia yang berpotensi menghasilkan senyawa beracun bagi tubuh.

“Minyak goreng yang dipanaskan berulang kali dapat menghasilkan zat aldehida dan akrolein, yaitu senyawa yang bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker,” jelas BPOM dalam keterangan resminya di laman bpom.go.id.

Ciri-Ciri Minyak Goreng yang Sudah Tidak Layak Pakai

Berikut beberapa ciri-ciri yang menunjukkan bahwa minyak goreng sudah tidak layak digunakan:

  • Warna Menggelap
    Minyak yang sehat umumnya berwarna kuning jernih. Jika warnanya berubah menjadi kecokelatan atau kehitaman, itu tanda minyak sudah teroksidasi dan tidak layak digunakan lagi.

  • Aroma Tengik atau Gosong
    Bau tengik menandakan terjadinya kerusakan lemak akibat pemanasan berulang. Minyak semacam ini bisa menimbulkan rasa tidak enak pada makanan sekaligus berbahaya bagi tubuh.

  • Berbusa Saat Digunakan
    Jika minyak mengeluarkan banyak busa saat digoreng, artinya sudah terdapat sisa bahan makanan atau air yang mempercepat proses kerusakan minyak.

  • Tekstur Kental dan Lengket
    Minyak yang terasa kental dan lengket menandakan terjadi polimerisasi, yaitu proses kimia akibat panas tinggi yang menurunkan kualitas minyak.

  • Mudah Berasap
    Titik asap minyak yang sudah rusak menjadi lebih rendah. Akibatnya, minyak cepat mengeluarkan asap meski suhu penggorengan belum terlalu tinggi.

Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Rusak

BPOM menegaskan bahwa penggunaan minyak goreng bekas dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. “Minyak yang digunakan berulang kali dapat meningkatkan kadar lemak trans yang berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah,” tulis BPOM.

Berikut sejumlah dampak kesehatan akibat mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak tidak layak:

  • Risiko Penyakit Jantung
    Lemak trans mempercepat penumpukan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL).

  • Potensi Kanker
    Senyawa karsinogen seperti akrolein terbentuk akibat proses pembakaran berulang.

  • Gangguan Pencernaan
    Toksin dari minyak rusak dapat memicu iritasi lambung dan usus.

  • Peradangan Kronis
    Lemak jenuh hasil oksidasi dapat memicu inflamasi dalam tubuh.

Tips Aman dari BPOM

BPOM juga memberikan panduan agar masyarakat bijak menggunakan minyak goreng:

  • Gunakan minyak maksimal dua kali pemakaian.
  • Saring minyak setelah digunakan untuk menghilangkan sisa makanan.
  • Simpan dalam wadah tertutup dan hindari paparan cahaya langsung.
  • Pilih minyak dengan titik asap tinggi, seperti minyak kelapa, kanola, atau zaitun ringan.

Minyak goreng yang sudah berubah warna, bau, dan tekstur merupakan tanda kuat bahwa minyak tersebut tidak layak pakai. BPOM mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan ciri-ciri tersebut karena dapat berdampak langsung terhadap kesehatan. Mulailah bijak menggunakan minyak goreng agar tubuh tetap sehat, dan masakan pun tetap aman untuk dikonsumsi.

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar