
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Peran Penting Musyawarah Kubro dalam Memperkuat Keutuhan NU
Pada hari Minggu, 21 Desember, sejumlah tokoh dan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) menggelar Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Acara ini memiliki tema utama “Meneguhkan Keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” dan dihadiri oleh berbagai unsur struktural serta tokoh-tokoh penting NU.
Musyawarah Kubro ini melibatkan jajaran Mustasyar PBNU, Syuriyah PBNU, Tanfidziyah PBNU, badan otonom NU, Rais dan Ketua PCNU se-Indonesia, Rais dan Ketua PWNU se-Indonesia, serta para masyayikh dan pengasuh pondok pesantren. Selain itu, pesantren Lirboyo juga mengundang sejumlah tokoh dan sesepuh NU seperti:
- KH Nurul Huda Djazuli
- KH Ma’ruf Amin
- KH Said Aqil Siroj
- KH Umar Wahid
- KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin
Dari musyawarah tersebut, para peserta menyepakati beberapa keputusan penting yang bertujuan untuk menjaga keutuhan organisasi NU. Berikut adalah poin-poin utamanya:
-
Permohonan Islah atau Rekonsiliasi
Para peserta memohon kepada kedua belah pihak yang berselisih agar melakukan islah atau rekonsiliasi dalam batas waktu paling lambat tiga hari. Islah tersebut dihitung sejak Minggu, 21 Desember 2025, pukul 12.00 WIB. Mereka berharap upaya perdamaian dapat segera tercapai demi menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. -
Penyerahan Mandat kepada Mustasyar
Jika tidak ditemukan kesepakatan untuk islah, maka kedua belah pihak menyerahkan mandat kepada Mustasyar untuk membentuk panitia Muktamar yang netral dengan batas waktu paling lama satu hari ke depan terhitung sejak batas akhir islah. -
Pencabutan Mandat dan Penyelenggaraan MLB
Apabila opsi pertama dan kedua tidak terpenuhi, para peserta Musyawarah Kubro sepakat untuk mencabut mandat dan mengusulkan penyelenggaraan Muktamar Luar Biasa (MLB). Pelaksanaan MLB tersebut akan didasarkan pada kesepakatan Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) NU yang hadir dalam Musyawarah Kubro.
Waktu pelaksanaan MLB ditetapkan paling lambat sebelum Rombongan Haji Indonesia kloter pertama diberangkatkan. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan hasil Musyawarah Kubro Nahdlatul Ulama dan ditandatangani oleh seluruh peserta yang hadir, baik secara langsung maupun melalui pertemuan daring.
Tindakan Konkret untuk Menjaga Persatuan NU
Keputusan yang diambil dalam Musyawarah Kubro menunjukkan komitmen kuat para tokoh NU untuk menjaga persatuan dan keutuhan organisasi. Dengan adanya langkah-langkah konkret seperti islah, pembentukan panitia Muktamar, hingga penyelenggaraan MLB, diharapkan konflik yang terjadi bisa segera diselesaikan tanpa mengganggu proses kerja dan visi NU.
Selain itu, keputusan ini juga menjadi acuan bagi seluruh pengurus dan anggota NU untuk tetap menjunjung nilai-nilai kesatuan dan kerja sama. Hal ini sangat penting mengingat NU sebagai organisasi besar yang memiliki peran signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Musyawarah Kubro kali ini tidak hanya menjadi momen penting dalam sejarah NU, tetapi juga menjadi contoh bagaimana lembaga keagamaan dapat bekerja sama untuk menciptakan harmoni dan stabilitas di tengah dinamika yang terjadi.
Komentar
Kirim Komentar