
SERANG, aiotrade – Sarkinah (49) dan suaminya, Sahroni, warga Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, kehilangan pekerjaan setelah terjadi kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 di Cikande.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Tidak hanya kehilangan penghasilan, Sahroni juga menjadi salah satu warga yang terpapar radiasi. Sarkinah merupakan pekerja di PT Bahari Makmur Sejati (BMS) yang telah dirumahkan sejak tiga bulan lalu dan tidak lagi memiliki penghasilan.
“Kalau yang di rumah mah nggak terdampak. Yang di pabrik terdampak karena semua diliburkan. Jadi enggak ada penghasilan sekarang,” kata Sarkinah saat ditemui wartawan di kediamannya, Senin (11/10/2025).
Sarkinah mengetahui perusahaannya berhenti beroperasi setelah Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengumumkan bahwa udang beku dari Indonesia terkontaminasi isotop radioaktif Cesium-137. Tak lama setelah pengumuman itu, ribuan pekerja termasuk dirinya langsung dirumahkan melalui pengumuman di grup WhatsApp perusahaan.
Selama tiga bulan dirumahkan, Sarkinah mengaku tidak mendapatkan kompensasi atau pesangon, meski telah bekerja lebih dari 10 tahun. Ia hanya mendapat pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Cikande dan dinyatakan sehat. Sejak saat itu, ia juga belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah.
Kondisinya semakin berat ketika sang suami, Sahroni (51), juga mengalami nasib serupa. Suaminya bekerja di pabrik peleburan besi atau baja, PT PMT, yang ditutup empat bulan lalu karena menjadi sumber lokal zat radioaktif Cesium-137. Sahroni menjadi satu dari sembilan orang yang positif terpapar radiasi dan kini menjalani tahap penyembuhan.
“Mudah-mudahan dapet bantuan aja dari pihak pemerintah, gitu. Tapi kalau untuk berobat dapat gratis,” ujar Sarkinah.
Proses pemulihan suaminya dilakukan melalui pengobatan rumah sakit dan pemantauan kondisi kesehatan secara berkala. Sementara itu, Sarkinah berusaha mencari pekerjaan baru untuk menghidupi keluarganya, namun belum berhasil.
“Rencana mah pengen sih, cuma gimana ya, susah nyari kerjaan,” keluh ibu tiga anak itu.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rasio Ridho Sani, menyatakan bahwa pemerintah memperhatikan semua aspek dampak dari pencemaran radioaktif tersebut.
“Pembicaraan dengan warga yang terdampak sedang dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial,” kata Rasio.
“Dalam proses mitigasi dan dekontaminasi ini, kami melakukan upaya penanganan terhadap dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat yang terdampak kegiatan dekontaminasi,” tambahnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pencemaran radioaktif Cesium-137 tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Banyak keluarga seperti Sarkinah dan Sahroni harus menghadapi tantangan besar dalam mencari penghidupan setelah kehilangan pekerjaan.
- Banyak pekerja di wilayah Cikande kehilangan penghasilan setelah perusahaan mereka ditutup.
- Mereka tidak mendapatkan kompensasi atau bantuan dari pemerintah.
- Keluarga-keluarga ini menghadapi kesulitan finansial yang berkepanjangan.
Upaya Pemerintah
Meskipun demikian, pemerintah telah mulai melakukan langkah-langkah untuk membantu warga yang terdampak.
- Koordinasi antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Dinas Sosial sedang berlangsung.
- Proses dekontaminasi dan mitigasi sedang dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan.
- Penanganan kesehatan dan sosial bagi masyarakat terdampak juga menjadi prioritas.
Tantangan Masa Depan
Walaupun ada upaya dari pemerintah, banyak warga masih merasa kesulitan.
- Mereka belum mendapatkan bantuan yang cukup.
- Banyak keluarga terpaksa mencari pekerjaan baru, tetapi sulit menemukan peluang.
- Masalah kesehatan akibat paparan radiasi masih menjadi ancaman.
Harapan Warga
Sarkinah dan keluarganya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang lebih signifikan.
- Mereka ingin mendapatkan bantuan finansial untuk menghidupi keluarga.
- Harapan lain adalah adanya layanan kesehatan yang lebih baik dan gratis.
- Semua warga terdampak berharap agar kehidupan mereka bisa kembali stabil.
Komentar
Kirim Komentar