
Penutupan SPPG sebagai Langkah Korektif dalam Program Makan Bergizi Gratis
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menyambut baik keputusan pemerintah untuk menutup sementara sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadapi berbagai isu kesehatan masyarakat, khususnya kasus keracunan yang dialami ribuan siswa di berbagai daerah.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Langkah penutupan sementara ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan anak-anak. Dengan adanya evaluasi menyeluruh, kita berharap program MBG dapat kembali berjalan dengan standar yang lebih baik dan aman,” ujar Netty dalam pernyataannya, Jumat, 3 November 2025.
Netty menegaskan bahwa tujuan utama dari program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi seimbang yang mendukung pertumbuhan dan proses belajar mereka. Ia menilai, meskipun program ini memiliki niat mulia, masih ada beberapa kelemahan teknis maupun operasional yang perlu segera diperbaiki tanpa mengurangi semangat awal dari program tersebut.
“Kita harus melihat manfaat besar MBG bagi generasi muda. Karena itu, pembenahan perlu dilakukan agar manfaatnya tetap bisa dirasakan secara luas,” tambahnya.
Penguatan Standar Keamanan Pangan
Netty menekankan pentingnya penguatan standar keamanan pangan di setiap dapur MBG/SPPG. Ia menyarankan agar lembaga teknis seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta Dinas Kesehatan daerah turut serta dalam memastikan keamanan pangan dan mutu gizi benar-benar terjaga.
Selain itu, ia juga menilai bahwa partisipasi masyarakat dan orang tua sangat penting dalam pengawasan program ini. “Partisipasi publik penting agar ada kepercayaan bersama. Orang tua harus diyakinkan bahwa makanan yang diberikan kepada anak-anak sudah aman, bergizi, dan sesuai standar kesehatan,” katanya.
Perlindungan Hak Anak Selama Evaluasi
Lebih lanjut, Netty mengingatkan bahwa penutupan sementara SPPG tidak boleh mengurangi hak anak-anak untuk tetap mendapatkan gizi harian. Ia menegaskan bahwa anak-anak adalah pihak yang paling membutuhkan program ini.
“Jangan sampai mereka dirugikan. Selama evaluasi berjalan, pemerintah perlu menyiapkan mekanisme pengganti agar asupan gizi tetap terjaga,” tegasnya.
Tantangan dan Solusi
Dalam rangka memastikan kelangsungan program MBG, Netty menyarankan adanya pendekatan yang lebih transparan dan kolaboratif antara pemerintah, lembaga terkait, serta masyarakat. Hal ini bertujuan untuk membangun sistem pengawasan yang lebih efektif dan memastikan bahwa semua pihak merasa aman dan percaya terhadap program yang dijalankan.
Ia juga menyarankan agar dilakukan evaluasi berkala terhadap kinerja SPPG dan penerapan standar gizi. Dengan demikian, program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi anak-anak Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar