
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pengenalan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI)
Pada tahun ini, Kementerian Agama (Kemenag) menggabungkan dua ajang perlombaan bagi siswa madrasah menjadi satu even yang diberi nama Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Dalam penyelenggaraan pertamanya, OMI 2025 mendapat antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Terdapat sebanyak 204 ribu pendaftar yang bersaing untuk mendapatkan 484 tiket babak nasional.
Proses kompetisi OMI berlangsung secara bertingkat. Dimulai dari tingkat kabupaten dan kota, dilanjutkan ke tingkat provinsi, dan terakhir babak nasional yang hanya menyediakan 484 kursi peserta.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Nyayu Khodijah menjelaskan bahwa hari ini (10/10) merupakan waktu pengumuman bagi siswa madrasah maupun sekolah yang telah mengikuti OMI tingkat daerah pada awal September.
“Sebanyak 15.474 peserta OMI Sains tingkat provinsi telah mengikuti tes berbasis komputer atau CBT secara serentak,” ujar Nyayu. Ia menekankan bahwa minat siswa dalam mengikuti OMI perdana tahun ini sangat tinggi.
Dari total 204.222 pendaftar di tingkat kabupaten dan kota, terdiri atas 194.610 siswa madrasah dan 9.612 murid sekolah umum binaan Kemendikdasmen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 202.117 peserta lolos verifikasi dan mengikuti OMI tingkat kabupaten dan kota. Dari sana, sebanyak 15.474 peserta terbaik bidang sains berhak ikut tes OMI tingkat provinsi.
Tes OMI tingkat provinsi berlangsung pada tanggal 2 hingga 3 Oktober 2025 lalu. Tes ini diselenggarakan di 555 titik lokasi yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Peserta tingkat provinsi ini berebut 484 tiket yang telah disediakan panitia untuk mengikuti OMI tingkat nasional. Ajang ini berlaku untuk semua jenjang, mulai dari MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA.
Ditambahkan oleh Nyayu, gelaran OMI Bidang Sains dan Riset tingkat Nasional akan dilakukan secara offline pada tanggal 10 hingga 14 November 2025 nanti. Namun sampai saat ini, panitia belum mengumumkan provinsi yang menjadi tuan rumah.
Sejarah dan Tema OMI 2025
OMI 2025 adalah ajang olimpiade yang sebelumnya bernama Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang berlangsung sejak 2012, dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018. OMI 2025 mengusung tema “Islam dan Teknologi Digital: Inovasi Sains Untuk Generasi Indonesia Maju dan Berdaya Saing Global”.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menjelaskan bahwa semua ajang olimpiade madrasah yang sebelumnya terpisah, kini digabungkan dalam OMI. Maka ia menyebutkan bahwa OMI merupakan holding setiap ajang peningkatan talenta murid madrasah. Meliputi perlombaan sains maupun seni dan budaya.
Menurut dia, pelaksanaan OMI selaras dengan semangat Peraturan Presiden 108/2024 tentang Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN). Peraturan ini memiliki tujuan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang bertalenta dan berdaya saing secara internasional. Meliputi bidang riset, inovasi, seni budaya dan olahraga.
“Selain itu menjamin pembibitan, pengembangan dan penguatan talenta nasional secara komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, khususnya di Madrasah,” paparnya.
Komentar
Kirim Komentar