Orang Tua Wajib Tahu, Vaksin PCV Gratis di Puskesmas Surabaya

Orang Tua Wajib Tahu, Vaksin PCV Gratis di Puskesmas Surabaya

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Orang Tua Wajib Tahu, Vaksin PCV Gratis di Puskesmas Surabaya, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.


jatim.aiotrade
, SURABAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyediakan layanan vaksinasi pneumonia atau imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) secara gratis bagi balita. Layanan ini bisa diakses oleh para orang tua di seluruh Puskesmas yang ada di Kota Pahlawan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama menjelang dan selama musim pancaroba. Periode transisi cuaca ini berpotensi memicu peningkatan kasus penyakit pernapasan, dengan kelompok balita menjadi fokus utama.

Tujuan dari vaksinasi ini adalah memberikan perlindungan spesifik dan kuat terhadap pneumonia, salah satu komplikasi serius dari ISPA. Nanik menuturkan bahwa berdasarkan data selama 10 tahun terakhir, kasus ISPA di Surabaya menunjukkan tren yang fluktuatif, sangat dipengaruhi oleh perubahan musiman, kondisi lingkungan, serta dinamika kepadatan dan mobilitas penduduk kota metropolitan.

Meskipun tren kasus ISPA tidak meningkat tajam, musim pancaroba tetap menjadi periode kritis yang memerlukan kewaspadaan ekstra untuk mencegah lonjakan kasus signifikan. Dinkes Surabaya telah menetapkan tiga pilar langkah konkret untuk mengantisipasi dan menangani potensi peningkatan pasien, terutama pada kelompok rentan seperti balita dan lansia.

Berikut adalah tiga pilar tersebut:

  • Edukasi tentang penerapan hidup bersih dan sehat (PHBS): Dinkes gencar memberikan edukasi masif tentang pentingnya PHBS, penghimbauan penerapan etika batuk, bersin, dan penggunaan masker yang benar di tempat umum atau saat sakit.

  • Pencegahan melalui imunisasi PVC gratis: Vaksinasi PCV disediakan secara gratis di seluruh Puskesmas, sebagai bentuk pencegahan dini terhadap pneumonia.

  • Kesiapan Fasyankes: Seluruh tenaga kesehatan (nakes) diwajibkan melakukan deteksi dini indikasi ISPA dan memberikan tatalaksana sesuai standar. Hal ini sangat penting untuk mencegah kasus ISPA ringan berkembang menjadi pneumonia.

Selain itu, Dinkes Surabaya memberikan perhatian serius melalui pemantauan ketat terhadap kasus ISPA berat dan pneumonia yang berpotensi menimbulkan komplikasi, khususnya pada balita dan lansia. Untuk memastikan respons cepat, Nanik memastikan bahwa sistem diagnosis dan pelaporan kasus dilakukan secara cepat dan akurat di seluruh wilayah Surabaya, terutama yang berpotensi menjadi pneumonia.

"Kami menerapkan pelaporan kasus secara real-time melalui aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kemenkes RI," katanya. Sistem ini memungkinkan Dinkes secara berkala menganalisis tren kasus untuk menilai potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) dan mengambil langkah respons cepat bila ditemukan lonjakan kasus di suatu wilayah.

Nanik mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan rutin olahraga. Menerapkan kebiasaan bersih seperti cuci tangan pakai sabun dan pakai masker saat sakit atau di tempat umum. "Dan segera memeriksakan diri ke Fasyankes jika muncul gejala ISPA seperti demam, batuk, atau sesak napas, terutama pada balita dan lansia, untuk deteksi dan penanganan dini," pungkasnya.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar