Pagi Panas, Sore Hujan? Ini Cara Psikiater Jaga Mood Tetap Tenang

Pagi Panas, Sore Hujan? Ini Cara Psikiater Jaga Mood Tetap Tenang

Info kesehatan kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Pagi Panas, Sore Hujan? Ini Cara Psikiater Jaga Mood Tetap Tenang, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perubahan Cuaca dan Pengaruhnya pada Kesehatan Mental

Cuaca yang tidak menentu belakangan ini sering kali membuat tubuh merasa tidak nyaman, bahkan bisa memengaruhi suasana hati seseorang. Pagi yang terik tiba-tiba berubah menjadi hujan deras di siang hari. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan dan kehilangan semangat bagi sebagian orang.

Menurut dr. Hilda Marsela, Sp.KJ, psikiater dari RS Dr. Soeharto Heerdjan, perubahan cuaca yang ekstrem memang dapat memengaruhi keseimbangan fisik dan psikologis seseorang. Tubuh harus terus menyesuaikan diri terhadap perubahan suhu, intensitas cahaya, serta ritme aktivitas harian. "Tubuh manusia memiliki jam biologis yang mengatur ritme tidur, energi, dan suasana hati. Saat cuaca berubah drastis, sistem tersebut bisa terganggu, sehingga mood ikut tidak stabil," jelas dr. Hilda saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dampak Perubahan Cuaca pada Suasana Hati

Saat cuaca panas, tubuh cenderung kehilangan cairan lebih cepat. Kekurangan cairan dan paparan panas berlebih dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang membuat seseorang merasa cepat lelah dan mudah tersinggung. Sebaliknya, ketika hujan dan langit mendung, paparan sinar matahari berkurang. Akibatnya, produksi serotonin, hormon yang berperan dalam menjaga suasana hati, menurun. Inilah yang menyebabkan sebagian orang merasa murung atau tidak bersemangat saat cuaca dingin dan gelap.

Selain itu, perubahan cuaca juga dapat memicu gangguan tidur karena ritme sirkadian tubuh ikut bergeser. "Begitu pola tidur terganggu, maka konsentrasi dan emosi pun menjadi tidak seimbang," kata dr. Hilda.

Cara Menjaga Mood Stabil Saat Cuaca Tak Menentu

Untuk menjaga mood tetap stabil, dr. Hilda menyarankan agar seseorang tetap memiliki rutinitas harian yang konsisten, termasuk waktu tidur dan makan yang teratur. Tubuh yang memiliki ritme aktivitas jelas akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan cuaca.

Lakukan Relaksasi dan Jaga Rutinitas Ringan

Relaksasi juga bisa menjadi cara efektif untuk mengatur emosi. Misalnya dengan teknik pernapasan sederhana 3-3-5: tarik napas selama tiga detik, tahan tiga detik, lalu hembuskan perlahan selama lima detik. Teknik ini membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatik yang berfungsi menenangkan tubuh. Prinsipnya, durasi hembusan napas sebaiknya lebih lama daripada tarikan napas, agar tubuh lebih cepat merespons dalam kondisi tenang.

Selain latihan napas, aktivitas ringan seperti jalan santai, peregangan, atau mendengarkan musik juga dapat membantu mengalihkan perhatian dari stresor dan menenangkan pikiran.

Asupan Bergizi

Selain itu, menjaga asupan gizi juga berperan besar dalam mengatur mood. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin B kompleks, magnesium, dan omega-3 disebut dapat membantu menstabilkan fungsi saraf dan produksi hormon bahagia.

Paparan Cahaya yang Cukup

Paparan sinar matahari di pagi hari juga penting, karena membantu tubuh memproduksi serotonin dan vitamin D. Dua hal ini berperan dalam menjaga suasana hati tetap positif. Jika cuaca terlalu sering mendung atau seseorang banyak beraktivitas di dalam ruangan, ia bisa mengakalinya dengan membuka jendela, duduk dekat sumber cahaya alami, atau berolahraga ringan di pagi hari.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar