Pasukan Militer Sudan Serang Rumah Sakit dan Culik Warga

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Pasukan Militer Sudan Serang Rumah Sakit dan Culik Warga. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.
Pasukan Militer Sudan Serang Rumah Sakit dan Culik Warga

Serangan RSF di El-Fasher Menyebabkan Kerusakan pada Fasilitas Kesehatan

Pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) dilaporkan menembaki sebuah rumah sakit di kota El-Fasher, Sudan. Selain itu, mereka juga menculik enam perempuan dan dua anak dari kamp pengungsian setempat. El-Fasher adalah kota besar terakhir di Darfur barat yang masih dikuasai oleh militer Sudan. Kota ini menjadi pusat pertempuran dalam konflik antara militer Sudan dan RSF yang berlangsung sejak April 2023.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada unit gawat darurat dan trauma di sebuah rumah sakit di El-Fasher pada Sabtu (23/8/2025) pagi. Tembakan artileri RSF melukai seorang staf medis dan enam pasien. Rumah sakit tersebut merupakan salah satu dari tiga rumah sakit yang masih berfungsi di El-Fasher. Seorang dokter yang berbicara anonim mengatakan bahwa penembakan memaksa pihak rumah sakit menghentikan pelayanan sementara waktu.

Jaringan Dokter Sudan mengecam serangan tersebut, yang merupakan serangan kedua terhadap rumah sakit itu dalam dua pekan terakhir. Mereka menuduh RSF berusaha menutup fasilitas medis di kota tersebut di tengah kelangkaan pasokan dan ketergantungan ribuan orang pada layanan kesehatan primer.

Penyanderaan Terhadap Bayi dan Anak-anak

Secara terpisah, Ruang Tanggap Darurat melaporkan bahwa pasukan RSF menyerbu kamp Abu Shouk, dekat El-Fasher, pada Sabtu. Mereka menculik delapan warga sipil tak bersenjata, yang terdiri dari enam perempuan, seorang bayi berusia 40 hari, dan seorang anak berusia tiga tahun, dan membawa mereka ke lokasi yang tak diketahui. Kelompok tersebut menambahkan bahwa lebih dari 20 penghuni kamp juga dinyatakan hilang. Mereka khawatir jumlah sebenarnya bisa lebih banyak lagi.

Kamp Abu Shouk, yang menampung puluhan ribu pengungsi, telah dua kali diserang bulan ini. Lebih dari 40 orang tewas dalam serangan yang pertama. Kamp ini termasuk di antara tiga kamp di luar El-Fasher yang telah dinyatakan mengalami kelaparan parah pada akhir 2024. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan bahwa kelaparan bisa meluas hingga ke kota, meskipun kurangnya data sejauh ini menunda kemungkinan adanya deklarasi resmi.

Peningkatan Serangan RSF terhadap El-Fasher

Sejak kehilangan kendali atas Khartoum pada Maret 2025, RSF meningkatkan serangan terhadap El-Fasher dan kamp-kamp di sekitarnya dalam upaya memperkuat cengkeramannya di Sudan barat. Perang saudara di Sudan telah merenggut puluhan ribu nyawa dan memicu apa yang disebut PBB sebagai krisis pengungsian dan kelaparan terbesar di dunia. Baik militer Sudan dan RSF dituduh melakukan kejahatan perang dan menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

Beberapa isu lain yang muncul dalam konteks konflik ini mencakup upaya negara-negara tetangga untuk membantu pengungsi. Misalnya, Israel mencoba meyakinkan Sudan Selatan untuk menerima warga Gaza. Di sisi lain, serangan RSF di kamp pengungsi Sudan telah menewaskan 40 orang. Sementara itu, Sudan Selatan menunjukkan keinginan untuk menerima lebih banyak imigran yang diusir dari AS.

Seluruh situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya konflik di Sudan dan dampaknya yang luas terhadap masyarakat sipil. Diperlukan koordinasi internasional untuk menghentikan kekerasan dan memberikan bantuan darurat kepada para pengungsi.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar