
aiotrade, JAKARTA - Wasekjend PB HMI Hasbi Alwi Silalahi menyerukan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera mengganti Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan Fajar Syah Putra. Penyebabnya adalah penangkapan seorang jaksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
"Kita mendesak Jaksa Agung untuk segera bertindak dan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan Fajar Syah Putra," ujar Hasbi.
Menurutnya, selama ini Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan tidak bekerja secara profesional. Banyak dugaan korupsi yang terjadi di Kota Medan tidak tersentuh oleh kejaksaan.
"Kita menduga bahwa Kejari Medan sengaja tutup mata. Bahkan, ada sejumlah dugaan korupsi yang telah terjadi, tetapi Kejari Medan tidak pernah bertindak," jelasnya.
Hasbi juga menyebut bahwa Kajari Medan Fajar Syah Putra lebih fokus pada hobi off-road daripada menjalankan tugas sebagai jaksa.
"Itu Kajari Medan hanya tahu bermain off-road saja. Kalau disuruh kerja, entah apa yang dikerjakannya. Malu juga kita melihatnya," ucap Hasbi.
Karena hal tersebut, dirinya meminta Jaksa Agung untuk bertindak tegas dengan mencopot pegawai Adhyaksa yang tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
"Kita sangat menyesali kejadian ini terjadi di Kota Medan. Semoga Jaksa Agung bertindak tegas, mengingat kejadian serupa yang terjadi di Bekasi dan Kalimantan," ujarnya.
Sampai saat ini, kata Hasbi, Kejari Medan minim dalam mengungkap dugaan korupsi yang terjadi. Padahal, banyak media dan lembaga masyarakat yang sering menyuarakan isu tersebut, tetapi diabaikan.
"Susah memang kalau kerjanya hanya bicara tentang hobi, tapi kerja malas. Begitu banyak dugaan korupsi terjadi, tapi ya sudahlah," ujarnya.
Komentar
Kirim Komentar