
Renungan Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM
Pada minggu ini, dari tanggal 21 hingga 27 Desember 2025, Pria Kaum Bapa (P/KB) Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) mengadakan renungan dengan bacaan Alkitab pada Lukas 1:46-56. Tema yang diangkat adalah "Rahmat Tuhan Atas Orang-orang yang Takut Akan Dia". Dalam khotbah ini, kita diajak untuk memahami bagaimana Allah memilih seseorang yang rendah hati dan sederhana untuk menjadi alat dalam karya keselamatan-Nya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Maria, yang dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Miryam dan dalam bahasa Yunani sebagai Maria atau Mariam, berasal dari Nazaret di Galilea. Pada abad pertama, Nazaret adalah desa miskin, terpencil, dan jauh dari pusat keagamaan di Yerusalem. Maria tidak berasal dari keluarga kaya atau imam, tetapi ia dibentuk oleh tradisi iman Israel. Ia mengenal Allah sebagai Penyelamat umat-Nya. Allah memilih seorang yang rendah hati dan sederhana untuk melahirkan Sang Mesias.
Dalam budaya Yahudi pada masa itu, perempuan tidak memiliki jabatan sosial tinggi, dan keputusan penting selalu diambil oleh laki-laki. Tugas utama perempuan adalah mengurus rumah tangga dan anak-anak serta menjaga kemurnian dan kehormatan keluarga. Oleh karena itu, ketika malaikat Gabriel datang kepada Maria yang masih perawan, hal ini sangat mengherankan secara sosial dan budaya.
Utusan Allah berbicara langsung kepada seorang perempuan muda, bukan kepada imam atau raja. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak memandang status sosial, tetapi lebih melihat hati yang taat dan percaya. Nyanyian Maria, yang dikenal sebagai Magnificat, tampaknya terinspirasi dari syair Mazmur dan kisah Hana (1 Samuel 2). Hal ini menunjukkan bahwa Maria dekat dengan Kitab Suci dan memiliki iman yang kuat.
Lukas 1:27 menyebut Maria sebagai "seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud." Usia Maria mungkin sekitar 15 tahun, karena usia pernikahan bagi perempuan pada masa itu biasanya sekitar usia tersebut. Tunangannya, Yusuf, berasal dari keturunan Daud, sehingga Yesus secara hukum termasuk dalam garis keturunan Mesias.
Maria bukan hanya ibu dari Juruselamat, tetapi juga teladan dan contoh hamba yang setia dari awal hingga akhir pelayanan Yesus. Ia memuliakan Tuhan dengan sangat gembira. Kata "memuliakan" menunjukkan pengakuan akan kebesaran Allah dalam hidupnya. Allah melihat orang yang rendah hati dan sederhana. Sebab itu, Maria mengakui apa yang ia terima adalah anugerah bukan karena kemampuannya sendiri.
Ia yakin bahwa keturunannya akan mengingat dan memberkati orang yang hidup dalam ketaatan kepada Allah. Maria mengakui keperkasaan Allah yang memiliki otoritas tertinggi dan kekudusan. "Perbuatan besar" merujuk pada keajaiban inkarnasi: Allah menjadi manusia melalui rahim perawan Maria. Maria yakin bahwa kasih setia Allah tidak hanya berlaku bagi satu orang atau generasi melainkan bagi setiap orang yang takut akan Dia dari generasi ke generasi.
Pengakuan ini menunjukkan bahwa tindakan Allah memihak pada yang rendah hati dan taat. Maria melihat tindakan keadilan Allah; orang yang rendah hati diangkat, dan orang yang sombong diturunkan. Artinya, Allah menghendaki manusia yang rendah hati dan adil. Allah tetap konsisten akan karya keselamatan yang telah lama dirancang-Nya dan pasti ditepati.
Allah dapat memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya sebagai alat untuk kemuliaan-Nya. Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita sebagai hamba-hamba Tuhan agar memiliki kerendahan hati, pujian, ketaatan, dan pengakuan akan otoritas Allah atas seluruh kehidupan kita. Hal ini sepatutnya kita tampakkan dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari yang memuliakan Allah dengan berlaku benar, jujur, dan adil terhadap sesama.
Kita telah diberkati hanya oleh kasih karunia Allah maka kita tidak boleh memegahkan diri sebab orang yang meninggikan diri akan direndahkan, tetapi orang yang merendahkan diri akan ditinggikan Allah. Menjadi pengikut Kristus bukan suatu kebetulan di dunia ini melainkan atas rencana Allah yang telah ditetapkan-Nya sejak semula. Ia telah memilih dan menetapkan kita untuk menjadi alat kesaksian-Nya tentang keselamatan melalui Yesus Kristus.
Inilah yang harus kita wartakan dan wariskan kepada anak cucu; hidup takut akan Tuhan dalam segala hal. Kita merupakan generasi yang sangat menentukan bagi generasi selanjutnya untuk terus menyaksikan bahwa kasih setia Allah turun-temurun dari masa ke masa sampai Tuhan Yesus datang kembali. Amin.
Pertanyaan untuk Pria Kaum Bapa (PA)
- Mengapa Maria benar-benar bergembira dan memuji Allah menurut perikop ini?
- Bagaimana respons kita terhadap kasih karunia dan berkat-berkat dari Allah di dalam hidup sehari-hari?
Komentar
Kirim Komentar