
Perpecahan dalam Partai Golkar: Penurunan Ketua DPD Sumut dan Reaksi Kader
Ketua DPD Partai Golkar Tingkat II Pematangsiantar, Mangatas M Silalahi, menyampaikan kekesalannya terhadap pencopotan Musa Rajekshah dari posisi Ketua DPD Partai Golkar Tingkat I Sumatera Utara. Ia menilai bahwa tindakan ini tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh AD/ART partai serta surat edaran dari DPP Partai Golkar.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Menurut Mangatas, periodesasi kepengurusan DPD Partai Golkar Daerah Tingkat I dan Tingkat II baru akan berakhir setelah penetapan jadwal Musyawarah Daerah (Musda). Namun, hal ini justru diabaikan oleh DPP, yang seharusnya menjadi otoritas tertinggi partai.
Tindakan yang Dianggap Melanggar Aturan
Mangatas mengungkapkan bahwa DPD Partai Golkar Tingkat I Provinsi Sumatera Utara sudah mengajukan Musda. Namun, pengumuman jadwal Musda tersebut tidak digubris oleh DPP. Hal ini membuat ia merasa ada yang tidak benar dalam proses pengambilan keputusan.
Ia juga menyatakan bahwa keputusan untuk mencopot Ijeck dilakukan tanpa adanya pemeriksaan yang jelas dari Ketua Umum. Menurutnya, ada dugaan bahwa ada pihak lain yang memengaruhi keputusan Ketua Umum.
Kekuatan yang Mengganggu Keberlangsungan Partai
Mangatas menilai bahwa ada kekuatan lebih besar dari luar yang haus akan kekuasaan terhadap Partai Golkar. Ia menyebut bahwa ini sudah muncul sejak awal-awal, sehingga membuat ketua mereka merasa kasihan.
Ia juga menegaskan bahwa Partai Golkar sedang menghadapi situasi yang tidak nyaman. Ia meminta kepada semua kader untuk tetap menjaga keutuhan partai dan tidak terjebak dalam permainan kekuasaan yang tidak sehat.
Ajakan untuk Berjuang Bersama
Mangatas mengajak seluruh kader Partai Golkar di Tingkat II Kabupaten/Kota untuk melawan tindakan yang dianggap tidak sesuai dengan aturan. Ia menegaskan bahwa kekuatan ada di tangan kader, dan ini harus dijaga agar partai tetap berkembang.
Ia juga menyampaikan bahwa jika keputusan seperti ini terus berlanjut, maka Partai Golkar bisa menjadi penonton dalam pemilu 2029.
Tanggapan Ijeck atas Pencopotannya
Musa Rajekshah alias Ijeck membuka suara terkait pencopotannya dari jabatan Ketua DPD Golkar Sumut. Ia mengatakan bahwa keputusan ini dihargai sepenuhnya. Ia menyebut bahwa keputusan ini adalah bentuk dari kesetiaan terhadap dirinya yang sudah terbangun sejak lama.
Ijeck juga menyampaikan bahwa keputusan pengunduran diri Ilhamsyah merupakan bentuk solidaritas terhadap dirinya. Ia menegaskan bahwa kemenangan Partai Golkar di Sumatera Utara bukan hanya karena dirinya sendiri, tetapi juga karena kerja sama seluruh anggota.
Pesan untuk Pengurus DPD Sumut
Ijeck berpesan kepada seluruh pengurus DPD Golkar Sumut untuk tidak melampiaskan kekecewaan terhadap keputusan partai kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa partai harus tetap menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat.
Isu Penempatan di DPP
Terkait isu bahwa Ijeck akan ditempatkan di kepengurusan DPP, Ijeck menyerahkan semuanya ke ketua umum. Ia juga menganggap mundurnya Ilhamsyah sebagai bentuk solidaritas terhadap dirinya.
Kritik terhadap DPP
Ilhamsyah, mantan Sekretaris Golkar Sumatera Utara, menilai bahwa DPP Golkar tidak menghargai kerja keras Musa Rajekshah atau Ijeck yang berhasil membawa Golkar Sumut sebagai partai pemenang berdasarkan Pemilihan Umum 2024.
Ia menyampaikan bahwa pergantian Ijeck sebagai ketua Golkar Sumut dilakukan secara paksa. Karena kekecewaan itulah, Ilhamsyah lalu mengundurkan diri sebagai Sekretaris Golkar Sumut pada 17 Desember 2025 semalam.
Permintaan untuk Musda
Ilhamsyah mengungkapkan bahwa DPD Golkar Sumut telah dua kali meminta persetujuan kepada DPP untuk melakukan Musda. Namun, DPP Golkar mengabaikan permintaan tersebut. Ia menilai bahwa DPP tidak peduli dengan kepengurusan Golkar Sumut.
Ia menegaskan bahwa DPP Golkar tidak memberikan penghargaan yang layak terhadap Ijeck. Menurutnya, kepentingan politik DPP telah menjerumuskan perpolitikan di daerah, termasuk Sumatera Utara.
Komentar
Kirim Komentar