
Alif Nur Cahya, Anak dengan Penyakit Tanpa Anus yang Diberi Perhatian Penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang
Alif Nur Cahya (7), putra dari pasangan Erni Supriyatin (37) dan Hari Eka Purnama (32), lahir dengan kondisi langka yaitu tidak memiliki anus sejak lahir. Warga RT. 03/02 Dusun/ Desa/ Kecamatan Situraja ini kini mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah kabupaten Sumedang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kondisi medis Alif adalah atresia ani kongenital atau keadaan di mana anak tidak memiliki lubang anus. Setelah dilahirkan, Alif tidak bisa buang air besar (BAB) dan harus menunggu observasi. Namun karena alasan biaya, keluarganya membawa pulang Alif. Sejak saat itu, perutnya mulai membesar, dan setiap kali minum ASI, ia selalu muntah tanpa pernah BAB.
Selama empat hari, Alif dibawa ke delapan rumah sakit, tetapi semua keputusan sama, yaitu harus menjalani operasi. Akibat terkendala biaya, Alif tidak bisa dioperasi hingga hari keempat. Pada akhirnya, ada pihak ketiga yang membantu dan Alif akhirnya bisa dioperasi di salah satu rumah sakit swasta.
Setelah operasi kolostomi, yaitu prosedur pembuatan lubang di perut sebagai saluran pembuangan kotoran, Alif terus melakukan kontrol ke rumah sakit hingga tahun 2023. Namun, pada tahun 2023, Alif diboyong pulang ke Situraja oleh orang tuanya.
Sejak tahun 2023 hingga 17 Oktober 2025, Alif belum pernah kontrol karena terkendala biaya. Keluarganya tidak memiliki dana untuk mengunjungi rumah sakit di Bandung.
Pemkab Sumedang, setelah menerima laporan, segera menugaskan petugas kesehatan dari Puskesmas Situraja untuk berkunjung ke rumah pasien pada Jumat 17 Oktober 2025. Selanjutnya, pihak puskesmas berkoordinasi dengan RSU Umar Wirahadikusumah untuk memastikan Alif mendapat perawatan yang tepat.
Kartu Indonesia Sehat (KIS) segera dibuatkan, dan semua biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, menyampaikan bahwa Alif harus menjalani tiga kali operasi. Operasi kedua akan dilakukan di RSU Umar Wirahadikusumah. Alif telah dijemput ke rumah sakit, dan pemerintah daerah menanggung semua biaya operasional selama pengobatan.
Menurut Fajar Aldila, Pemkab Sumedang bersama pihak rumah sakit akan mendampingi keluarga Alif hingga seluruh tahapan medis selesai. Hal ini termasuk pembuatan anus, pelebaran saluran, penyambungan usus, dan penutupan kolostomi.
“Tidak boleh ada warga Sumedang, apalagi anak-anak, yang tidak bisa berobat hanya karena alasan biaya. Pemkab akan memastikan semua tertangani,” katanya.
Saat ini, Alif sedang berada di bawah perawatan RSU Umar Wirahadikusumah untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan persiapan operasi tahap kedua. Pemerintah kabupaten Sumedang menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan akses layanan kesehatan yang layak bagi seluruh warga, terutama anak-anak yang menghadapi kondisi medis kompleks.
Proses Pengobatan Alif
- Operasi Kolostomi: Dilakukan untuk menciptakan lubang di perut sebagai saluran pembuangan kotoran.
- Pemantauan Berkala: Alif terus melakukan kontrol ke rumah sakit hingga tahun 2023.
- Keterbatasan Biaya: Keluarga Alif tidak mampu mengakses layanan kesehatan setelah tahun 2023.
- Bantuan Pemerintah: Pemkab Sumedang segera menangani kasus Alif dengan memberikan Kartu Indonesia Sehat dan menanggung semua biaya pengobatan.
- Operasi Tahap Kedua: Akan dilakukan di RSU Umar Wirahadikusumah setelah pemeriksaan lanjutan.
Komentar
Kirim Komentar