
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Program Cek Kesehatan Gratis Berbasis Komunitas di Pekanbaru
Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Salah satu inisiatif terbaru adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbasis komunitas. Acara ini dilaksanakan di Saung Merah Putih Jalan Sri Kurnia pada hari Kamis, 4 September pagi, dan dihadiri oleh tiga komunitas yaitu KTNA dan Proklim.
Acara tersebut juga turut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar. Ia menyampaikan bahwa program CKG gratis ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pendekatan proaktif dengan mengajak masyarakat melalui komunitas untuk ikut serta dalam kegiatan ini.
"Kita jemput bola dengan program gerakan ini melalui komunitas. Jadi cek kesehatan gratis berbasis komunitas. Ada tiga komunitas bergabung di sini, yaitu KTNA, Proklim, bersama dengan masyarakat sekitar di kelurahan," ujar Markarius Anwar saat berada di lokasi acara.
Tujuan dari program ini adalah agar masyarakat dapat segera memeriksa kondisi kesehatannya. Dengan demikian, masalah kesehatan bisa diketahui sedini mungkin sehingga dapat segera diantisipasi. "Jangan sampai sudah parah, kita baru tahu sakit kita apa. Tentu kita menggalakkan agar masyarakat kita senantiasa mau datang ke puskesmas," tambahnya.
Markarius Anwar juga mengajak seluruh komunitas yang ada di Kota Pekanbaru untuk dapat mengadakan kegiatan serupa dengan menggandeng puskesmas. Menurutnya, semua komunitas di Pekanbaru diberi kesempatan untuk membuat program seperti ini.
"Bagi yang komunitas nanti boleh buat. Kita buka untuk seluruh komunitas di kota Pekanbaru yang mau kerja sama dengan puskesmas. Nanti silakan datang ke puskesmas, buat kerjasamanya, di mana tempatnya. Kita akan turunkan tenaga kita," ujarnya.
Dalam program ini, biaya pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan gratis bagi seluruh warga.
"Dan semua pembiayaan untuk pemeriksaannya, itu gratis, ditanggung oleh negara," tutupnya.
Manfaat Program CKG Berbasis Komunitas
Program Cek Kesehatan Gratis berbasis komunitas memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat: Dengan adanya program ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
- Mencegah penyakit lebih dini: Pemeriksaan dini membantu mendeteksi gangguan kesehatan sebelum menjadi parah.
- Membangun kolaborasi antara komunitas dan puskesmas: Program ini mendorong kerja sama antara komunitas dengan fasilitas kesehatan setempat.
- Meningkatkan akses layanan kesehatan: Dengan pendekatan berbasis komunitas, layanan kesehatan bisa lebih dekat dengan masyarakat.
Tantangan dan Langkah Penyempurnaan
Meskipun program ini sangat bermanfaat, masih ada tantangan yang perlu diatasi. Beberapa di antaranya adalah:
- Partisipasi masyarakat yang belum optimal: Banyak masyarakat yang masih enggan untuk datang ke puskesmas atau mengikuti program kesehatan.
- Keterbatasan sumber daya: Pembiayaan dan tenaga medis bisa menjadi kendala dalam pengembangan program ini.
- Koordinasi antar lembaga: Perlu adanya koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, komunitas, dan puskesmas.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, pemerintah diharapkan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan edukasi tentang pentingnya kesehatan. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga medis dan infrastruktur kesehatan juga menjadi hal yang penting untuk mendukung keberlanjutan program ini.
Dengan langkah-langkah tersebut, program Cek Kesehatan Gratis berbasis komunitas di Pekanbaru diharapkan bisa menjadi contoh sukses dalam membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Komentar
Kirim Komentar