Pemkot Surabaya Uji Coba Parkir Digital dengan E-Money dan QRIS

Pemkot Surabaya Uji Coba Parkir Digital dengan E-Money dan QRIS

Industri teknologi kembali ramai dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Pemkot Surabaya Uji Coba Parkir Digital dengan E-Money dan QRIS yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Pemkot Surabaya Uji Coba Parkir Digital dengan E-Money dan QRIS

Penerapan Parkir Digital di Surabaya: Uji Coba dan Manfaat yang Diharapkan

Pemerintah Kota Surabaya secara resmi memulai uji coba penerapan sistem parkir digital di Jalan Sedap Malam, Kawasan Balai Kota Surabaya. Uji coba ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum sistem tersebut diterapkan secara menyeluruh mulai Februari 2026 mendatang. Penjelasan mengenai sistem baru ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sistem Pembayaran yang Lebih Mudah dan Transparan

Eri Cahyadi menjelaskan bahwa sistem pembayaran parkir secara elektronik diharapkan dapat semakin memudahkan masyarakat. Pengguna hanya perlu menggunakan kartu e-toll atau e-money serta QRIS untuk melakukan pembayaran. Selain itu, setiap rupiah yang menjadi pendapatan dari sektor parkir yang dibayarkan oleh masyarakat juga dapat terpantau secara real-time oleh pemerintah kota.

"Kita bisa melakukan pembayaran melalui e-toll atau QRIS dengan bank apa pun. Jadi, pendapatan langsung masuk ke rekening Pemerintah Kota Surabaya," jelas Eri saat peluncuran sistem tersebut.

Selain transparansi dalam pengelolaan pendapatan, Eri menegaskan bahwa penerapan parkir digital juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan antara warga, pemilik usaha, juru parkir (jukir), dan pemerintah daerah.

Membangun Kepercayaan dan Transparansi

Eri menyatakan bahwa tujuan utama dari sistem parkir digital bukan hanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi lebih pada membangun kepercayaan antar pihak terkait. Ia menekankan bahwa semua orang di Surabaya adalah warga dan saudara, sehingga transparansi harus dijalankan dengan kejujuran dan kepercayaan.

"Jangan sampai pajak dianggap seperti menangkap orang yang mencuri. Semua orang berhak merasa nyaman dan percaya dengan sistem yang diterapkan," katanya.

Keuntungan bagi Pelaku Usaha

Selain itu, Eri juga menyebut bahwa penerapan sistem parkir digital akan memberikan kepastian kepada pelaku usaha di Surabaya. Ia menegaskan bahwa pelaku usaha memiliki keleluasaan dalam pengelolaan parkir selama tetap patuh dalam pembayaran pajak.

"Pengusaha harus menyediakan jukirnya. Ketika sistem non tunai diterapkan, pengusaha akan merasa nyaman karena jumlah kendaraan dan pendapatan parkir bisa tercatat secara akurat," ujarnya.

Imbauan untuk Ikut Uji Coba

Eri mengimbau seluruh warga Surabaya untuk ikut serta dalam uji coba dan jajak pendapat mengenai sistem parkir digital. Uji coba akan berlangsung mulai hari ini hingga akhir Januari 2026. Setelah polling selesai, sistem parkir non tunai akan diterapkan secara penuh.

"Non tunai bukan untuk menaikkan pendapatan, tapi meningkatkan kejujuran. Semua orang akan merasa nyaman dengan sistem yang transparan dan jujur," tambahnya.

Rencana Pelaksanaan Uji Coba

Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo menjelaskan bahwa uji coba parkir digital akan dilakukan secara bertahap. Uji coba akan berlangsung hingga pertengahan Januari 2026, dan akan dilakukan di 717 titik parkir tepi jalan umum (TJU). Selanjutnya, uji coba akan dilanjutkan di 716 titik TJU berikutnya hingga akhir Januari 2025.

“Targetnya, pada awal Februari 2026, parkir digital sudah diterapkan di 1.510 titik TJU,” kata Trio.

Pengawasan oleh Juru Parkir

Trio juga menyatakan bahwa sebanyak 1.510 titik TJU akan dijaga oleh kurang lebih 1.749 orang jukir. Para jukir ini berasal dari berbagai elemen organisasi atau perkumpulan juru parkir di Surabaya.

“Kami akan melakukan sosialisasi dengan teman-teman PJS, pegiat parkir seperti Ipama, AMI, dan lainnya,” ujarnya.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar