Penelitian: Karyawan Sering Bocorkan Rahasia ke ChatGPT

Penelitian: Karyawan Sering Bocorkan Rahasia ke ChatGPT

Pasar smartphone kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Penelitian: Karyawan Sering Bocorkan Rahasia ke ChatGPT yang membawa inovasi baru. Berikut ulasan lengkapnya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Penemuan Mengejutkan Mengenai Penggunaan ChatGPT di Tempat Kerja

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan menggunakan ChatGPT untuk membantu pekerjaan mereka, tetapi ada risiko keamanan yang serius terkait penggunaan alat tersebut. Dalam laporan yang diterbitkan oleh perusahaan keamanan LayerX, disebutkan bahwa 77 persen karyawan yang menggunakan ChatGPT pernah menyalin data perusahaan ke chatbot. Data yang disalin ini termasuk informasi sensitif seperti identitas pribadi (PII) dan data kartu pembayaran (PCI), yang mencakup 22 persen dari total data yang dikirim.

Laporan ini juga mengungkap tren "shadow IT" yang semakin meningkat, yaitu penggunaan akun pribadi untuk mengakses ChatGPT dan aplikasi lainnya di lingkungan kerja. Sebanyak 82 persen aktivitas input data sensitif ke AI dilakukan melalui akun pribadi, yang berarti perusahaan tidak memiliki kontrol atau pemantauan atas data yang terunggah.

Risiko Kebocoran Data dan Dampaknya

Menurut CEO LayerX, Or Eshed, kebocoran data akibat penggunaan AI benar-benar terjadi dalam dunia nyata. Contohnya adalah kasus pada 2023, ketika seorang karyawan Samsung diduga mengunggah kode internal perusahaan ke ChatGPT. Akibatnya, Samsung membatasi penggunaan ChatGPT sementara waktu. Eshed menilai, insiden serupa bisa terjadi lagi karena banyak karyawan yang masih berani memasukkan data internal ke AI.

Selain risiko kebocoran data, penyalinan informasi sensitif ke ruang percakapan AI juga dapat menyebabkan masalah geopolitik, regulasi, dan kepatuhan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan yang harus memastikan data mereka aman dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

ChatGPT Jadi Alat Favorit Karyawan

Studi LayerX juga menyoroti popularitas ChatGPT di kalangan karyawan. Ditemukan bahwa 9 dari 10 karyawan lebih memilih ChatGPT dibandingkan alat AI generatif lainnya. Google Gemini hanya digunakan oleh 15 persen, Claude sebesar 5 persen, dan Microsoft Copilot antara 2 hingga 3 persen. Dengan demikian, ChatGPT menjadi alat AI yang paling diminati di tempat kerja.

Tren Penggunaan ChatGPT yang Masif

Penetrasi ChatGPT di kalangan perusahaan mencapai 43 persen, angka yang hampir mendekati popularitas Zoom (75 persen) dan layanan Google (65 persen). Angka ini juga melampaui Slack (22 persen), Salesforce (18 persen), dan Atlassian (15 persen). Dengan peningkatan penggunaan ChatGPT, perusahaan disarankan untuk memperketat sistem keamanan data mereka.

Solusi untuk Meningkatkan Keamanan Data

Firma keamanan LayerX merekomendasikan agar perusahaan menerapkan Single Sign-On (SSO) di seluruh aplikasi terkait. Dengan SSO, perusahaan dapat lebih mudah memantau arus data dan meningkatkan visibilitas bisnis. Langkah ini penting untuk mencegah risiko kebocoran data dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Dengan adanya tren penggunaan ChatGPT yang masif, perusahaan perlu lebih waspada terhadap risiko keamanan yang muncul. Pemantauan dan pengelolaan data secara lebih ketat menjadi langkah strategis yang perlu diambil.

Kesimpulan: Bagaimana komentar Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Tuliskan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar