Penyuluh Agama Dilatih Literasi Kecerdasan Buatan, Kolaborasi AI Siap ASEAN-MAFINDO Kendari

Industri teknologi kembali dihebohkan dengan kabar terbaru. Sorotan publik kali ini tertuju pada Penyuluh Agama Dilatih Literasi Kecerdasan Buatan, Kolaborasi AI Siap ASEAN-MAFINDO Kendari yang menawarkan spesifikasi menarik. Berikut ulasan lengkapnya.
Penyuluh Agama Dilatih Literasi Kecerdasan Buatan, Kolaborasi AI Siap ASEAN-MAFINDO Kendari

Pelatihan AI Ready ASEAN untuk Pendidik di Kendari

Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tempat pelaksanaan Implementasi AI Ready ASEAN – MAFINDO (Batch 2) yang menyasar pendidik, khususnya penyuluh agama. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pelatihan berlangsung secara luring di Aula Kanwil Kemenag, Jalan Jend A Yani No 6, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia. Acara ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN, yang merupakan kelanjutan kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org. Tujuan utama dari program ini adalah membekali masyarakat dengan keterampilan dasar kecerdasan artifisial agar siap menghadapi perkembangan teknologi AI.

Program AI Ready ASEAN dilaksanakan di 10 negara dan menargetkan lebih dari 5.500.000 penerima manfaat di kawasan ASEAN. Di Indonesia, program ini dijalankan bersama berbagai Learning Implementation Partner (LIP), salah satunya MAFINDO. Pelatihan AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi fundamental AI bagi empat kelompok sasaran, yaitu pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer.

Materi pelatihan mencakup AI Fundamental, AI Usage & Implementation, AI Ethics, Privacy & Security, serta Teaching About AI, dan didukung oleh akses Learning Management System (LMS) di institute.mafindo.or.id.

Kegiatan di Sulawesi Tenggara diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari 20 peserta laki-laki dan 30 peserta perempuan. Seluruh peserta merupakan penyuluh agama dari berbagai kabupaten dan kota di bawah naungan Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara. Mereka dibekali pemahaman kritis tentang pemanfaatan AI dalam konteks edukasi dan penyampaian informasi keagamaan kepada masyarakat.

Koordinator Wilayah MAFINDO Kendari, Marsia Sumule, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi penyuluh agama untuk memperkuat kapasitas literasi digital. "Pelatihan AI Ready ASEAN ini kami rancang sebagai ruang belajar bagi para penyuluh agama agar mampu memanfaatkan teknologi AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi keagamaan kepada masyarakat," ujar Marsia Sumule.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para penyuluh agama tidak hanya memahami teknologi kecerdasan artifisial, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital yang mendorong penggunaan AI secara bijak, aman, dan kontekstual di tengah masyarakat.

Manfaat Pelatihan bagi Penyuluh Agama

Pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi para penyuluh agama. Pertama, mereka diberikan wawasan tentang teknologi AI dan cara menggunakannya secara efektif dalam pekerjaan sehari-hari. Kedua, pelatihan ini meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan informasi keagamaan dengan menggunakan alat digital yang lebih modern dan efisien.

Selain itu, peserta juga diajarkan tentang etika penggunaan AI, privasi, dan keamanan data. Hal ini sangat penting karena teknologi AI sering kali melibatkan pengumpulan dan pengolahan data pribadi. Dengan pengetahuan ini, penyuluh agama dapat memastikan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat tidak hanya akurat, tetapi juga aman dan sesuai dengan norma-norma yang berlaku.

Langkah Menuju Literasi Digital yang Lebih Baik

Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para penyuluh agama dapat menjadi contoh yang baik dalam menerapkan teknologi secara bertanggung jawab. Mereka bisa menjadi jembatan antara masyarakat dan teknologi, sehingga masyarakat lebih mudah memahami dan menerima inovasi teknologi yang ada.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem literasi digital yang lebih kuat di wilayah Sulawesi Tenggara. Dengan peningkatan literasi digital, masyarakat akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin bergantung pada teknologi.

Kesimpulan

Pelatihan AI Ready ASEAN – MAFINDO (Batch 2) di Kendari menunjukkan komitmen pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam memperkuat kapasitas pendidik, khususnya penyuluh agama. Melalui pelatihan ini, para penyuluh agama diberikan wawasan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi perkembangan teknologi AI dengan cara yang kritis, etis, dan bertanggung jawab.

Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi peserta, tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih literat dan sadar akan pentingnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan: Bagaimana pendapat Anda mengenai teknologi ini? Apakah layak ditunggu? Sampaikan opini Anda di kolom komentar di bawah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar