Peredaran Obat Keras di Bandung Diungkap Farhan, Jaringan Internasional, Korban SMP

Peredaran Obat Keras di Bandung Diungkap Farhan, Jaringan Internasional, Korban SMP

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Peredaran Obat Keras di Bandung Diungkap Farhan, Jaringan Internasional, Korban SMP, publik menanti dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Peredaran Obat Keras di Bandung Diungkap Farhan, Jaringan Internasional, Korban SMP

Peredaran Obat Keras dan Alkohol di Bandung Mengancam Generasi Muda

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan kekhawatiran terhadap peredaran obat keras dan minuman beralkohol yang semakin marak di kota ini. Menurutnya, ancaman ini sangat mengkhawatirkan, terutama bagi generasi muda seperti pelajar SMP.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Farhan menjelaskan bahwa obat keras golongan B, termasuk tramadol, telah menyebar melalui jaringan internasional dan banyak dikonsumsi oleh remaja. Ia juga menyebut bahwa tramadol sudah ditemukan di sekitar Balai Kota, yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran obat tersebut.

"Peredaran ini bukan lagi masalah lokal. Produk dari India bahkan masuk ke Bandung, dan korban utamanya adalah anak-anak SMP," ujarnya saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Sinergitas Satpol PP dengan Instansi Terkait di Hotel Jayakarta, Kamis (23/10/2025).

Untuk mengatasi masalah ini, Farhan meminta agar operasi gabungan diperkuat. Tujuannya adalah untuk menekan peredaran tramadol, alkohol, serta narkoba di tingkat kelurahan. Meskipun ia mengakui bahwa peredaran obat keras tidak bisa dihapus sepenuhnya, namun harus dikendalikan.

"Ini ancaman serius bagi masa depan kota. Bandung adalah kota terbuka, risikonya besar, tapi jika kita solid, kota ini akan tetap kondusif," tambahnya.

Farhan menilai bahwa soliditas antara tiga pilar Pemkot Bandung, TNI, dan Polri menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum. Ia mengapresiasi sinergi lintas institusi yang telah teruji pada berbagai momen penting, terutama saat momen besar akhir Agustus lalu.

"Apa yang terjadi pada 29–31 Agustus itu adalah puncak pengujian bagaimana bersatunya dan kompaknya Forkopimda Kota Bandung. Soliditas ini berdampak langsung pada stabilitas kota yang aman dan tertib," katanya.

Menurut Farhan, wilayah yang kondusif memberikan dampak positif terhadap perekonomian. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada semester pertama 2025 sudah melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional.

"Keamanan membuat kegiatan ekonomi berjalan. Event-event besar bisa digelar. Perputaran ekonomi hidup. Alhamdulillah," ujarnya.

Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mengatasi Masalah

  • Peningkatan Operasi Gabungan: Wali Kota meminta agar operasi gabungan diperkuat untuk menekan peredaran obat keras dan narkoba.
  • Koordinasi Lintas Instansi: Sinergi antara Pemkot Bandung, TNI, dan Polri menjadi kunci dalam menjaga keamanan kota.
  • Penguatan Pengawasan di Tingkat Kelurahan: Fokus pada pengawasan di tingkat bawah untuk mencegah penyebaran obat keras.
  • Edukasi kepada Remaja: Memperkuat edukasi tentang bahaya konsumsi obat keras dan alkohol kepada generasi muda.
  • Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Melalui sosialisasi dan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko peredaran obat keras.

Dampak Ekonomi dari Keamanan Kota

Kota Bandung yang kondusif memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian. Pertumbuhan ekonomi di kota ini pada semester pertama 2025 mencatatkan angka yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata Jawa Barat dan nasional.

"Keamanan membuat kegiatan ekonomi berjalan. Event-event besar bisa digelar. Perputaran ekonomi hidup," kata Farhan.

Dengan situasi yang stabil, Bandung mampu menarik investasi dan memfasilitasi berbagai acara yang berkontribusi pada perekonomian kota.

Tantangan yang Dihadapi

Meski ada upaya-upaya yang dilakukan, tantangan tetap ada. Peredaran obat keras dan alkohol masih menjadi isu yang kompleks, karena melibatkan jaringan internasional dan pasar gelap yang sulit diatasi.

Namun, dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, serta pendekatan yang lebih terarah, Bandung dapat tetap menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua warganya.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar